Kamis, 12 Juli 2018 Kolose 1:24-29 SUKACITA DITENGAH DERITA
Kamis, 12 Juli 2018 Kolose 1:24-29
SUKACITA DITENGAH DERITA
Hampir setiap orang melihat penderitaan itu secara negatif. Oleh karenanya, setiap orang berusaha menghindari penderitaan. Bahkan salah satu ucapan doa kita adalah memohon pada Tuhan agar dijauhkan dari penderitaan. Bahwa setiap orang pernah mengalami penderitaan itu biasa, namun menghadapi penderitaan dengan sukacita itu baru luar biasa.
Rasul Paulus sebagai seorang pemberita Injil tidak terlepas dari penderitaan. Ia banyak mengalami penderitaan baik secara fisik maupun secara psikis. Namun yang istimewa adalah sikap Rasul Paulus dalam menghadapi penderitaan itu. Ia bersukacita bahwa ia boleh mengalami penderitaan (ayat 24). Penderitaan yang dialami sebagai konsekuensi dari pelayanannya dihadapinya dengan sukacita karena Kristuslah yang diberitakan (ayat 28). Penderitaan yang muncul karena memberitakan Kristus bukan malapetaka melainkan sebuah sukacita. Karena Kristus juga telah mengalami penderitaan supaya Ia membebaskan kita dari penderitaan kekal karena dosa. Sebagai murid Kristus, kita sedang berada dalam dunia yang tidak selamanya bersahabat, situasi dan keadaan yang kadang-kadang tidak menyenangkan, apakah ada sukacita di dalam diri kita? Pengalaman hidup beriman Rasul Paulus kiranya menjadi inspirasi bagi kita untuk senantiasa melihat kuasa dan tangan Tuhan yang tidak kelihatan bekerja dan berkarya dalam segala keadaan yang terjadi untuk mendatangkan kebaikan kepada setiap orang yang mengasihi Dia (Rm 8:28).
Mungkin saat ini penyakit, dukacita, beban ekonomi, dan banyak lagi persoalan hidup sedang melanda kita. Janganlah gagal fokus, tetaplah fokus kepada tangan Tuhan yang ajaib. Ubahlah fokus kita dari masalah kepada kuasa Tuhan yang dapat menyelesaikan masalah kita sehingga tetap ada sukacita walau di tengah derita.
Diposting tanggal 08 Jul 2018
