Minggu, 15 Juli 2018 Kisah Para Rasul 21 : 27-30 KETIKA KEBENARAN MENGALAMI UJIAN
Minggu, 15 Juli 2018 Kisah Para Rasul 21 : 27-30
KETIKA KEBENARAN MENGALAMI UJIAN
Salah-satu strategi yang paling mujarab untuk melumpuhkan semangat pelayanan seseorang adalah dengan fitnah. Rasul Paulus mengalami hal tersebut seperti Yesus sebelumnya. Artinya pemberitaan keselamatan selalu berhadapan dengan tantangan. lnilah kenyataan yang harus dialami oleh Paulus dalam pelayanannya dan juga kita sebagai gerejaNya.
Dalam hidup ini kita juga pernah merasakan betapa menyakitkan sebuah fitnah yang dilontarkan oleh mereka yang membenci kita. Virus yang mematikan ini dapat muncul kapan saja sesuai kehendak si pemfitnah. Bahkan ruang ibadahpun atau persekutuan tidak steril dari para pemfitnah. Menghadapi situasi yang demikian maka diperlukan keteguhan hati yang luar biasa. Keteguhan itu hanya bisa didapatkan dalam hubungan yang intim dan kuat dengan Tuhan. Rasul Petrus mengemukakan bahwa penderitaan akibat kebajikan jauh Iebih mulia dibandingkan penderitaan akibat kejahatan (band. 1 Pet. 2:19-20). Penolakan terhadap Paulus adalah salah satu cara yang dipakai untuk menghambat Injil diberitakan bahkan dengan cara apapun yang dipakai oleh orang-orang Yahudi pada saat itu tidak akan menghalangi berita sukacita itu dikumandangkan.
Yakinlah bahwa setiap tindakan yang direncanakan untuk menghadirkan kejahatan akan berubah menjadi peluang untuk pemberitaan kabar keselamatan. Tidak satupun kekuatan dapat menghentikan kabar keselamatan itu diberitakan dengan fitnahan pun itu tidak dapat menghalangi Injil untuk datang menjumpai setiap pribadi. Tidak satupun kekuasaan yang mampu untuk membatasi kabar keselamatan bagi manusia. Yesus dan karya keselamatan tidak dapat dibendung oleh berbagai suara fitnah maupun kejahatan.
Diposting tanggal 08 Jul 2018
