Sabtu, 14 Juli 2018 Yohanes 7:1-9 DIBENCI KARENA KEBENARAN
Sabtu, 14 Juli 2018 Yohanes 7:1-9
DIBENCI KARENA KEBENARAN
Banyak orang terlalu takut mengambil risiko ketika akan mengungkapkan sebuah kebenaran. Oleh karena itu tidak banyak orang mau bersaksi di depan polisi dan atau pengadilan tentang sebuah kasus karena takut mengambil risiko. Itulah sebabnya semakin sulit sebuah kebenaran untuk diungkapkan secara terang-terangan karena adanya resiko atau konsekuensi yang ditimbulkannya. Diam dan pura-pura tidak tahu adalah sikap yang paling aman dalam konteks seperti itu.
Lain halnya dengan Yesus yang sama sekali tidak mengenal ketakutan dalam menyatakan kebenaran baik tentang diri-Nya maupun tentang dosa-dosa yang sedang terjadi pada waktu itu terutama dikalangan orang-orang Yahudi. Tuhan Yesus harus menanggung risiko dari pengajaran dan proklamasi diri-Nya sebagai Roti hidup yang dari sorga (Yoh 6:25-59). Perkataan ini dianggap terlalu keras dan termasuk membuat murid-muridNya bersungut-sungut. Akibatnya orang-orang Yahudi mencari Dia untuk membunuhNya. Oleh karena itu saudara-saudaranya meminta Dia untuk segera meninggalkan Galilea dan pergi ke Yudea karena sesungguhnya mereka sudah mulai tidak percaya kepadaNya (ayat 5). Akan tetapi Yesus menjawab bahwa waktunya belum tiba (ayat 6).
Kebenaran pasti membutuhkan pengorbanan, hal itulah yang telah dialami oleh Yesus. Ia disalibkan dan dihukum mati sebagai akibat dari kebenaran yang diajarkan-Nya. Akan tetapi justru melalui pengorbanan itu kebenaran semakin terkuak dan semakin nyata. Janganlah takut menyatakan kebenaran sekalipun harus dibenci sebab kebenaran itu akan membenarkan dirinya sendiri. Nyatakanlah kebenaran Allah dengan cara yang benar.
Diposting tanggal 08 Jul 2018
