Damai Tapi Gersang

“Oh, Yerusalem, kota mulia, hatiku rindu ke sana…”. Itulah sepenggal syair lagu yang membuat hati seseorang penuh kesejukan dan kedamaian ketika menyanyikan lagu tersebut.
Mengapa Tuhan Yesus menangisi kota yang kita dirindukan itu? : “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu”.
Rupanya, kota ”kerinduan kita” sedang dilandan berbagai ”krisis” ketika Yesus mengunjunginya.Krisis moral dan krisis iman. Kota yang penuh Damai Sejahtera, kini telah menjadi kota yang kering dan gersang. Kota kudus, tempat kehadiran Allah, pusat pribadahan, kini telah menjadi kota penuh durhaka dan sarang penyamun. Pantas, jika Yesus menangisinya dan berucap...” : “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu”.
Yesus menangisi kota Yerusalem yang kini telah kehilangan damai sejahtera yang sejati. Damai Sejahtera yang sesungguhnya ada dalam kota itu. Tetapi sudah tertimbun dan tercemari dengan kedurhakaan manusia. Keprihatinan dan tangisan Yesus sebagai bukti kasih-Nya terhadap Yerusalem yang telah hancur. Keprihatinan dan tangisan Yesus sebagai bukti kasih-Nya dalam kehidupan umat manusia yang telah binasa karena dosa. Namun dalam keprihatinan-Nya, Ia tidak berdiam diri. Ia bertindak membebaskan dan menyelamatkan manusia yang telah binasa karena ketidak-setiannya. Karya-Nya yang begitu agung dan mulia mealui pengorbanan diri-Nya mengalami kesengsaraan hidup yang tak terperikan demi dunia atau manusia yang berdosa. Ya … demi kita semua. Hendaknya karya-Nya yang agung dan mulia ini juga terus menggetarkan dan menggerakkan setiap orang yang telah diselamatkan untuk melanjutkan kepedulian ini terhadap sesama yang membutuhkan pelayanan kita.Hendaknya keprihatinan-Nya ini juga menjadi keprihatina kita terhadap alam lingkungan kita yang telah rusak.
Kasih bukan hanya sebatas kata-kata. Tetapi kepekaan dan keterlibatan menolong sesama yang telah hancur hidupnya. Kepekaan dan keterlibatan kita memelihara lingkungan kita.
Biarkanlah melodi Damai Sejahtera terus mengalun dalam hati dan dalam lingkungan dimana kita berada dan berkarya
Diposting tanggal 07 Apr 2016
