Bahan Khotbah Minggu ke-5 Tanggal 2 Februari 2020 PERTOBATAN YANG MEMBAWA KEBAHAGIAAN Pengkatobaran Tu Umpabu’tu Kamauparan

Bahan Khotbah Minggu ke-5 Tanggal 2 Februari 2020
PERTOBATAN YANG MEMBAWA KEBAHAGIAAN
Pengkatobaran Tu Umpabu’tu Kamauparan

Bacaan Mazmur : Mazmur 15:1-5
Bacaan 1   : Mikha 6:1-8
Bacaan 2   : 1 Korintus 1:18-31
Bacaan 3 : Matius 5:1-12 (Bahan Utama)
Nas Persembahan   : 2 Korintus 8:12
Petunjuk Hidup Baru : 1 Korintus 10:13

Tujuan:
1. Jemaat memahami dosa merusak hubungan dengan Tuhan dan dengan sesama.
2. Jemaat semakin tekun mengenal Tuhan dalam hidupnya.

Pemahaman teks
Mazmur 15 menjelaskan, bahwa kemah (rumah) Tuhan hanya boleh dimasuki pada  waktu dan kondisi tertentu. Setiap orang harus mendapat izin dari imam setelah imam menjelaskan syarat dan kewajiban agar bisa masuk ke rumah ALLAH (ay.2-5). Tanpa pertobatan dan ketaatan pada perjanjian orang tidak dapat masuk menghadap Tuhan dalam Kemah Tuhan (Bait Suci).

Mikha 6:1-8 berisi seruan untuk bangkit yang ditujukan kepada umat Israel untuk  mendengar Firman Tuhan dan kepada nabi untuk bangkit dan memperdengarkan Firman Tuhan (ay.1-2). Selanjutnya, ayat 3-5 Tuhan mengingatkan umat-Nya (dalam bentuk pertanyaan) tentang apa yang Tuhan sudah lakukan terhadap umat-Nya. Sitim adalah perhentian terakhir  dalam perjalanan dari Mesir ke tepi sungai Yordan (Bil. 33:49) dan Gilgal adalah tempat  kudus yang terkenal di tepi barat dekat Yeriko. Ayat 6-7 umat berusaha mencari perlindungan melalui tindakan ibadah dan korban persembahan dengan maksud menyenangkan Tuhan. Namun Tuhan menghendaki ibadah  yang tidak hanya secara lahiriah saja. Lebih dari itu, Tuhan menghendaki keadilan, kedamaian dan kerendahan hati. Inti sari dari  Mikha 6:1-8 adalah: Jangan melupakan karya Tuhan yang telah menyelamatkan; Tuhan menghendaki ketaatan pada Firman Tuhan, bukan sekedar ibadah yang lahiriah; serta Tuhan menghukum dosa tapi mengasihi mereka yang bertobat.

1 Korintus 1:18-31 menjelaskan tentang salib yang merupakan tempat pemerintah Romawi menghukum mati para penjahat, sehingga merupakan kehinaan dan kebodohan bagi orang Yahudi, serta orang Yunani. Namun demikian Paulus menegaskan, bahwa bagi orang percaya  salib adalah kekuatan Allah atau hikmat Allah yang menyelamatkan. Hal itu hanya bisa diterima dan dimengerti dengan iman, tidak dengan akal manusia. Rasul Paulus mempersandingkan hikmat Allah dengan hikmat manusia. Rasul Paulus menyatakan bahwa Hikmat Allah adalah kebenaran, kasih, damai sejahtera yang abadi. Sedangkan hikmat manusia (hikmat dunia) sesuai kebutuhan dan kepentingan, bersifat sementara dan tercemar oleh dosa. Hikmat Allah itu telah mewujud dalam diri Yesus. Hikmat (sofia) menjadi kebutuhan bagi para pemimpin dan pendidik yang bertanggungjawab atas kesejahteraan umat manusia, bertanggungjawab atas pengambilan keputusan yang benar, strategis dan praktis. Hikmat seperti itu adalah milik dan berasal dari Allah.

Matius 5:1-12 merupakan awal Khotbah di Bukit yang disampaikan di tengah pelayanan Yesus di daerah utara, Galilea dan sekitarnya, tempat Yesus menghabiskan banyak waktu untuk melayani. Daerah utara (Galilea) adalah daerah pedesaan, pinggiran, terlupakan, tidak mendapat perhatian, jauh dari pusat kekusaan politik, sosial, ekonomi dan keagamaan.  Mayoritas penduduknya petani dan nelayan, miskin, janda, lanjut usia, yatim piatu. Banyak orang sakit dibuang ke sana seperti: orang kusta, lumpuh, sakit pendarahan dan sebagainya. Banyak orang yang sangat lemah, tidak punya tempat tinggal dan putus asa. Di sanalah Yesus mengajar dan menyembuhkan banyak orang sakit. Di sana jugalah Yesus memanggil murid-murid yang pertama: Simon Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes.

Khotbah di bukit diarahkan pada orang banyak yang sebagian besar berasal dari Galilea, Dekapolis, Yerusalem, Yudea dan sekitar sungai Yordan. Khotbah di bukit menurut Matius merupakan kumpulan intisari pengajaran Yesus.  Khusus pasal 5:1-12 berisi ucapan bahagia, yakni ukuran dan standar  kebahagiaan menurut Yesus yang ternyata bertolak belakang dengan ukuran dan standar nilai manusia pada umumnya. Orang yang berbahagia menurut Yesus adalah orang miskin, yang berdukacita, yang lapar dan haus akan kebenaran.  Ciri yang lain orang berbahagia menurut Yesus juga, adalah harus memilik jiwa lemah lembut, rendah hati, suci hatinya, pendamai, rela menderita karena kebenaran dan karena Injil. Kebahagiaan yang sejati itu bukan hasil usaha manusia, melainkan adalah anugerah Tuhan.

Garis Besar Khotbah:
Kebahagiaan, berbahagia atau bahagia itu merupakan tujuan utama dari setiap orang dalam menjalani kehidupan di dunia. Tetapi ukuran dan standar kebahagiaan menurut manusia berbeda-beda dan bersifat relatif. Setiap orang memiliki konsep dan cara pandang tersendiri tentang arti bahagia. Ukuran dan standar kebahaiaan menurut Yesus berbeda dan sangat bertolak beakang dengan ukuran manusia. Kebahagiaan menurut Yesus tidak diukur dan dilihat dari sudut  duniawi, materi, kekuasaan, kedudukan dsb. Sementara Yesus menyatakan yang sebaliknya.. Menurut Yesus orang yang berbahagia adalah mereka yang mengaku tidak punya andalan apa-apa pada diri sendiri,tak berdaya. Hal itu yang digambarkan sebagai orang miskin di hadapan Tuhan, berdukacita, lapar dan haus akan kebenaran. Pada umumnya oang-orang yang tidak berdaya, tidak punya kekuatan, tidak punya apa-apa, baik di hadapan sesama terlebih di hadapan Tuhan. Karena itu andalan mereka adalah pertolongan dari Tuhan.

Sebenarnya miskin di hadapan Tuhan bukan hanya soal miskin harta, pengetahuan dan materi dunia. Miskin di hadapan Tuhan adalah  mengaku bahwa kita tidak punya apa-apa yang dapat diandalkan untuk menolong dan menyelamatkan diri, terutama melepaskan diri dari dosa dan hukuman atas dosa kita. Itu berarti kita semua adalah orang miskin, tidak punya apa-apa pada diri sendiri untuk menjaminkan keselamatan kita. Kita semua hanya bisa mengandalkan dan menantikan anugerah dari Tuhan.

Memang kita berduka bukan hanya karena penyakit, penderitaan, atau kematian. Lebih dari itu kita juga berdukacita karena dosa dan akibatnya. Semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Rm.3:23). Semua orang dikandung dan dilahirkan dalam dosa (Mzm.51:7). Tidak ada seorang pun dapat membenarkan dirinya  di hadapan Tuhan. Kita semua menantikan pembenaran dan pengampunan dari Tuhan. Hal itulah yang dilakukan oleh Allah dalam diri Yesus Kristus. Kita menjadi orang yang dibenarkan oleh iman kepada Yesus: Hanya oleh anugerah. Orang yang berbahagia menurut Firman Tuhan adalah mereka yang diampuni pelanggarannya, dosanya ditutupi (Mzm.32:1; Rm.4:7-8), tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, merenungkan firman Tuhan siang dan malam, (Maz.1:1-3), suci hatinya (Maz.119:1; Mat.5:7-8), serta mendengar dan memelihara Firman Tuhan dalam seluruh hidupnya (Luk.11: 28).

Orang yang diampuni dosanya adalah orang yang dengan tulus mengakui bahwa dia berdosa dan tidak menyembunyikan kepada Tuhan dan tentu juga kepada sesama (Maz. 32:5). Tuhan memang membenci dan menghukum dosa dan mereka yang tidak mau bertobat, tetapi Tuhan mengampuni dan mengasihi orang yang bertobat dan berduka karena dosanya. (Mikha 6:1-8). Kebahagiaan yang sejati itu bersumber dari Tuhan dan itu dialami oleh mereka yang hidup berdaul akrab dengan Tuhan.  Tidak ada kebahagiaan di luar persekutuan dengan Tuhan. Tidak ada persekutuan dengan Tuhan tanpa pertobatan. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya dan dosanya ditutupi.


Diposting tanggal 28 Jan 2020

Daftar Artikel

Yohanes 2:13-22, menggambarkan bahwa menjelang hari raya paskah orang Yahudi, Yesus bersama murid-mu.....

Selengkapnya ..

Manusia tanpa kaki, disebut pincang, manusia tanpa mata kita katakan buta. Namun jika manusia tanpa.....

Selengkapnya ..

Dalam perjalanan, Yesus bertanya, menurut orang, siapakah Aku ini? ada yang mengatakan, Yesus adala.....

Selengkapnya ..

Dampak yang luar biasa dari Allah, Dia berikan untuk semua orang, bukan hanya untuk orang bersunat, .....

Selengkapnya ..

Inilah yang Paulus katakan dalam ayat 23 “semua orang telah berdosa, dan telah kehilangan kemu.....

Selengkapnya ..

Yesus, dalam bacaan kita tidak punya banyak senjata untuk berhadapan dengan begitu banyaknya senjata.....

Selengkapnya ..

Hari ini kita membaca Petrus memberi nasehat, hendaklah kamu seia, sekata dan seperasaan. Kita akan .....

Selengkapnya ..

Ya, jangan melupakan sejarah penyelamatan Allah yang juga telah di karuniakan kepada kita yang di se.....

Selengkapnya ..

Tau ia tu ntiro boko’ta, tannia kita, sebuah ungkapan toraja yang ingin menegaskan, bahwa oran.....

Selengkapnya ..

Kejadian 9:8-17 mengisahkan bagaimana Allah mengikat perjanjian-Nya dengan Nuh pasca air bah. Perjan.....

Selengkapnya ..

Ibrani 2:1-4 merupakan peringatan terhadap orang-orang yang telah menerima keselamatan agar sunggu.....

Selengkapnya ..

Ketika kita di percaya untuk melakukan tugas yang belum pernah kita kerjakan, umumnya kita merasaka.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...