Jumat 23 Februari 2018 Roma 4:1-12 DAMPAK PEMBENARAN
Jumat 23 Februari 2018 Roma 4:1-12
DAMPAK PEMBENARAN
Plato pernah mengatakan, makanlah sebelum terlalu lapar, berhentilah makan sebelum terlalu kenyang. Karena dengan makan saat terlalu lapar, kemungkinan untuk berdampak terkena penyakit akan sangat besar. Dan ketika kita tidak berhenti makan, meskipun sudah kenyang, kemungkinan untuk juga berdampak penyakit juga akan sangat besar. Tapi jangan sampai punya prinsip, lambat makan, sakit. Kelebihan makan, juga sakit. Maka lebih baik tidak usah makan. Oh, itu juga punya dampak. Terlebih, jika orang lagi makan “pantollo’ pamarassan”, dan kita tidak makan, dampaknya, ya tinggal menelan ludah saja.
Pembenaran dalam iman pun, punya dampak. Apa dampak pembenaran? Penjelasan Paulus bagi jemaat Roma ada 2 poin. Dampak pertama dari pembenaran, Abraham menjadi orang benar, bukan karena perbuatan, sehingga menjadi Bapa segala orang percaya (ayat 11). Dan dampak kedua dari pembenaran, berbahagia karena di ampuni pelanggarannya, dan kesalahannya tidak di perhitungkan Tuhan (ayat 7-8). Dampak yang luar biasa dari Allah, Dia berikan untuk semua orang, bukan hanya untuk orang bersunat, tapi juga yang tidak bersunat (ayat 9-12). Artinya, dampak pembenaran Allah bagi jemaat Roma, mereka telah menjadi benar dan segala kesalahannya/pelanggarannya telah diampuni oleh Allah.
Dampak itu juga, telah tiba untuk kita Israel baru. Dengan iman dalam Roh Allah, kita diajar, bahwa di hadapan Allah, kita ini adalah orang-orang yang benar, umat kesayangan Allah. Semua itu kita peroleh, sebagai dampak dari pembenaran Allah. Kita juga telah di sebut sebagai pewaris Kerajaan Allah. Lebih dari itu, kita pun meyakini, bahwa seluruh dosa kita, telah di ampuni Allah, di ampuni semata-mata karena dampak dari sebuah pembenaran yang Tuhan Berikan, bukan perbuatan. Haleluya, Amin
Diposting tanggal 17 Feb 2018
