Selasa 20 Februari 2018 1 Petrus 3: 8-12 PANGGILAN DAN TUJUAN
Selasa 20 Februari 2018 1 Petrus 3: 8-12
PANGGILAN DAN TUJUAN
Perbedaan pendapat adalah hal yang sangat lazim di jumpai. Dalam keluarga, bapak ingin sedikit tegas, namun ibu melarang. Atau rencana pemakaman keluarga (rambu solo’) ada yang ingin seadanya, namun ada juga yang ingin “mengadakan yang memaksakan kehendak”. Dalam gereja pasti lebih lagi. Tang dipokadami lan Gereja Toraja, biar cara berjalan pun diperdebatkan. Lalu apa yang membuat perbedaan pendapat selalu ada? Bisa karena pendidikan, ekonomi dll.
Hari ini kita membaca Petrus memberi nasehat, hendaklah kamu seia, sekata dan seperasaan. Kita akan berbentur untuk memahami, bagaimana jemaat yang di nasehati Petrus untuk seia, sekata, dan seperasaan, sedangkan pada saat yang sama, perbedaan pendapat itu adalah sebuah keniscayaan? Petrus menyambung nasehatnya, jemaat seia untuk mengasihi, sekata untuk menjadi penyayang dan seperasaan untuk menjadi rendah hati. Artinya, akan tetap ada perbedaan pendapat, tetapi semua itu tujuan akhirnya, mendidik jemaat untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Mengapa? Karena sudah memahami bahwa Tuhan memanggil untuk menjadi berkat. Berkat yang mencintai hidup, dan mencari perdamaian. Dan puncak dari nasehat Petrus adalah, hidup benar di hadapan Tuhan dan telinganya terarah pada Tuhan (ayat 10)
Tuhan memanggil kita dengan latar belakang yang berbeda. Tapi semua itu, Tuhan mau pakai untuk belajar mengasihi. Sehingga siapapun kita, di dalam Kristus, kita akan seia untuk mengasihi, sekata untuk menyayangi dan seperasaan untuk rendah hati. Dan semua hal ini akan membawa kita pada satu tujuan yang sama, benar di mata Allah. Kebenaran untuk terus belajar akan mengasihi, menyayangi dan rendah hati. Sungguh, indahnya panggilan dan tujuan hidup di dalam Yesus Kristus. Amin
Diposting tanggal 17 Feb 2018
