Minggu 25 Februari 2018 Mazmur 105:1-6 MANUSIA SYUKUR
Minggu 25 Februari 2018 Mazmur 105:1-6
MANUSIA SYUKUR
Manusia tanpa kaki, disebut pincang, manusia tanpa mata kita katakan buta. Namun jika manusia tanpa syukur, kita sebut apa? Kita sebut saja, manusia susah. Manusia yang selalu merasa bahwa setiap hal dalam hidupnya itu berat, banyak mengeluh, semuanya selalu susah. Susah mendidik anak, Susah menurunkan berat badan, padahal sebelumnya, selalu mau makan. Apa masalahnya? Tidak bersyukur, tapi suka bersungut.
Itulah yang Daud kumandangkan dalam ayat 1, bersyukurlah pada Tuhan, agungkanlah nama-Nya, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya, di antara bangsa-bangsa. Ajakan kepada segenap bangsanya, untuk mengisahkan apa yang telah Tuhan lakukan dalam sejarah, bagaimana mengalahkan Filistin, dan memindahkan tabut Tuhan ke Yerusalem (I Tawarik 14-15). Tentu dalam proses itu, tidak semua mulus dan berjalan sempurna. Misalnya kehilangan para tentara dan pasukannya. Tetapi hal tersebut, tidak menghalangi Daud untuk bernyanyi, dan bersuka hati (ayat 2-3). Dan yang paking penting adalah bahwa Daud tidak hanya bersyukur, namun dalam suasana sukacita tersebut, tetap ada nasehat untuk tekun hidup dekat dengan Tuhan (ayat 4-6).
Saudara-saudara, adakah hal yang selalu membuat kita tidak bersyukur atau kurang bersyukur? Hari ini kita belajar, apapun keadaan dan keberadaan hari ini, jadilah manusia syukur. Syukur masih sehat, syukur masih dapat bersyukur. Karena dengan bersyukur, kita belajar, bahwa Allah bekerja dalam sejarah hidup dan kita pun bekerja untuk menceritakan kebesaran Allah, melalui suasana hidup, yang penuh syukur, dan bukan justru menjadi manusia yang suka bersungut, untuk setiap kekurangan yang kecil yang sering kita perbesar di hadapan Allah. Amin
Diposting tanggal 17 Feb 2018
