Bahan Khotbah minggu ke-9 Minggu 4 Maret 2018 Prapaskah III MEMBANGUN DARI RERUNTUHAN (Dipabendan dio Mai Pangrondonan)

Bahan Khotbah minggu ke-9 Minggu  4 Maret 2018
Prapaskah III
MEMBANGUN DARI RERUNTUHAN
(Dipabendan dio Mai Pangrondonan)

Bacaan Mazmur : Mazmur 19:8-15
Bacaan 1   : Keluaran 20:1-17
Bacaan 2   : 1 Korintus 1:18-31
Bacaan 3 : Yohanes 2:13-22 (Bahan Utama)
Nas Persembahan   : Mazmur 16:11
Petunjuk Hidup Baru : 1 Korintus 1:30

Tujuan :

  1. Jemaat memahami bahwa Yesus menubuatkan diri-Nya akan mati dan bangkit kembali.

  2. Jemaat memahami penderitaan  Kristus adalah tanda kasih Allah kepada manusia

  3. Jemaat semakin aktif menyatakan kasih-Nya kepada sesama manusia

Pemahaman Teks

                Mazmur 19:8-15 menekankan dua bagian yaitu:  pertama ayat 1-8 menggambarkan tentang penyataan kemuliaan Allah melalui alam ciptaan-Nya, sedangkan pada bagian kedua yaitu ayat 9-15 menyatakan kemuliaan Allah dalam Taurat-Nya. Karena itu pemazmur menyatakan bahwa Taurat Tuhan itu sempurna lebih dari segala-galanya, menyejukkan jiwa, memberi hikmat, menyejukkan hati, murni dan membuat mata bercahaya. Bahkan lebih indah dari pada emas murni dan lebih manis dari pada madu.

                Keluaran 20:1-17 menggambarkan kasih Allah kepada umat-Nya. Untuk itu Allah memberi hukum yang diterima Musa di atas Gunung Sinai. Hukum itu menyatakan ketetapan Tuhan, bahwa umat-Nya harus menaati setiap ketetapan/hukum Tuhan sebagai bukti kasih umat kepada Allah yang telah menyatakan pemeliharaan-Nya sejak keluar dari Mesir. Untuk itu umat Tuhan diwajibkan menjalin relasi yang dilandasi kasih kepada Tuhan dan kepada sesama manusia. Relasi yang demikian adalah wujud ketaatannya kepada Tuhan.

                Yohanes 2:13-22, menggambarkan bahwa menjelang hari raya paskah orang Yahudi, Yesus bersama murid-murid-Nya menuju Yerusalem. Di Bait suci, didapatinya pedangang-pedangang lembu, kambing, domba, dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk disitu. Yesus membuat cambuk dan mengusir mereka dari situ. Orang-orang Yahudi menentang Yesus dan meminta tanda sebagai dasar untuk bertindak demikian. Yesus enteng saja menjawab, bahwa rombak bait suci ini dan tiga hari Ia akan membangunnya kembali. Orang Yahudi heran dan tidak yakin, sebab mereka mendirikan bait Allah itu selama 46 Tahun. Bagaimana mungkin Yesus sanggup membangun  kembali hanya dalam 3 hari?. Tetapi yang dimaksudkan-Nya adalah diri-Nya sendiri. Dengan demikian Yesus telah menubuatkan diri-Nya bahwa ia akan menderita, mati dan akan bangkit kembali pada hari yang ketiga.

                1 Korintus 1:18-31 menggambarkan berita keselamatan yang disampaikan melalui salib Kristus, sulit diterima oleh orang-orang yang mengandalkan hikmat manusia. Karena itu, rasul Paulus menegaskan bahwa pemberitaan tentang salib, memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa tetapi bagi yang akan diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang Yunani mencari hikmat. Bagi orang Yahudi, pemberitaan tentang salib Kristus adalah  batu sandungan,  dan bagi orang Yunani adalah kebodohan, namun bagi mereka yang dipanggil, Kristus adalah kekuatan dan hikmat  Allah yang menyelamatkan.

Korelasi antar Teks

Allah hendak memulihkan ciptaan-Nya yang telah dirusak oleh dosa. Karena itu Allah terus menyatakan diri-Nya. Salah satu hal dimana Allah menyatakan kemuliaan-Nya adalah melalui Taurat-Nya. (Mazmur 19:8-15). Alkitab menyaksikan bahwa Allah sendiri bertindak menyelamatkan dunia bersama seluruh isinya melalui karya Yesus sebagai Penebus. Penebusan itu dinubuatkan oleh Yesus sendiri bahwa Ia akan menderita, disalib, mati  dan bangkit dari antara orang mati (Yoh. 2:13-22). Pemberitaan tentang salib adalah batu sandungan bagi orang Yahudi dan kebodohan bagi yang mencari hikmat. Pemberitaan tentang penyelamatan itu diteruskan oleh orang-orang percaya yang dipanggil untuk meneruskan berita penyelamatan didalam Kristus (1 Kor. 1:18-31). Penyelamatan itu adalah wujud kasih Allah atas ciptaan-Nya lalu memberi hukum untuk ditaati (Kel. 20:1-17).

Pokok-Pokok Yang dapat dikembangkan

                Pertama, Penyucian Bait Allah (ayat 13-16).  Ketika hari raya orang Yahudi sudah dekat, Yesus bersama murid-murid-Nya berangkat ke Yerusalem, mereka hendak merayakan paskah. Menurut tradisi,  orang Yahudi diaspora pulang kampung untuk maksud perayaan paskah yang dipusatkan di Yerusalem, tempat bait Allah berada. Pusat penyembahan dan perayaan dilaksanakan di Bait suci. Namun orang-orang Yahudi  (para pedagang)  memanfaatkan momen itu untuk mencari keuntungan dengan menjual kambing, lembu dan merpati untuk kebutuhan paskah menurut ketentuan hukum Taurat. Mereka menetapkan harga yang berlebihan. Juga oleh penukar uang memanfaatkan kesempatan itu bahwa orang Yahudi diluar kota dapat menukar uang dengan uang yang khusus dipakai di bait  Allah (pajak bait Suci). Keluaran 30:11-16, Kel.38:26; Matius 11:24. Para penukar uang berlaku curang. Yesus menyebutnya sebagai tindakan penyamun (perampok), Markus 11:17. Dengan demikian kesucian Bait Allah sebagai tempat penyelenggaraan ibadah yang suci ternodai oleh praktek jual beli hewan kurban Paskah, dan penukaran uang  yang merampok sesama sendiri. Situasi itulah yang membuat Yesus marah, membuat cambuk, mengusir mereka dan membalikkan meja penukar uang.

                Ilustrasi: pengkhotbah dapat menggunakan illustrasi momen natal atau paskah di Toraja dengan aksi cari dana, memanfaatkan saudara-saudara yang pulang kampung (lelang )atau semacamnya dengan alasan biaya perayaan. Kemungkinan saudara kita yang pulang kampung tidak punya banyak uang untuk itu, tapi untuk menutupi perasaan malu terpaksa dibayar saja.

                Aplikasi: Fungsikanlah bait suci sebagaimana layaknya. Tempat dan pusat perayaan penyembahan. tempat pertemuan dengan Allah yang suci. Bait suci mestinya dikuduskan sebagaimana layaknya untuk menyelenggarakan ibadah yang kudus dan suci. Bukan hanya soal kebersihan dan keindahannya tetapi mestinya disucikan dengan penyelenggaraan ibadah yang suci  pula.

                Kedua, Yesus sebagai Bait Allah (ayat 17-21), Orang Yahudi tidak menerima tindakan Yesus itu, sehingga meminta tanda sebagai dasar untuk mempertanggung jawabkan tindakan-Nya. Yesus menjawab dengan bahasa simbolis rombak bait Allah ini dan dalam tiga hari Aku akan membangunnya kembali. Bait Allah  menunjuk  kepada tubuh Yesus sendiri  yang tidak lama lagi akan digantung di kayu salib, dengan itu Yesus menubuatkan tentang kematiaan-Nya. Bahwa ia akan disalibkan oleh orang Yahudi, mati dan dikuburkan dan bangkit pada hari yang ketiga, hubungkan dengan 1 Korintus 1:18-31. (hubungkan dengan Pengakuan Gereja Toraja tentang Penebusan).

Ilustrasi:

Bandingkan bahasa simbolis dalam 1 Korintus 3:16 “kamu adalah Bait Allah”

Aplikasi:

      Tubuh Yesus yang digantung di atas kayu salib, ibarat puing-puing reruntuhan bait Allah, Ia telah bangkit pada hari yang ketiga oleh kemuliaan Bapa (Roma 6:10). Kita yang percaya kepada-Nya mestinya membangun iman dan kehidupan dalam Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit kembali. Hidup kita mestinya dibangun di dalam Dia yang tumbuh, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus di dalam Tuhan (Ef. 2:21).

                Ketiga, Percaya kepada Kitab Suci (22-25). Setelah peristiwa itu terjadi, barulah murid-murid teringat dan percaya kepada kitab suci, bahwa hal itu pernah dikatakan-Nya. Karena itu betapa pentingnya kitab suci untuk melihat rencana dan kehendak Tuhan. Hubungkan dengan Maz. 19:8-15; Kel. 20:1-17. (hubungkan dengan Pengakuan Gereja Toraja tentang Firman Allah)

 Ilustrasi: Daud memandang hukum Tuhan itu sangat penting, sehingga walaupun tengah malam ia bangun bersyukur (Mazmur  119:62)

                Aplikasi: Kitab suci menunjukkan jalan dan rencana penyelamatan Tuhan bagi dunia dan segala isinya. Kitab suci menyaksikan penderitaan Yesus untuk menebus dunia  yang telah binasa oleh dosa. Seberapa  pentingkah kitab suci bagi saudara? Percayalah pada kitab suci, Cintailah Firman-Nya, sebab Firman-Nya melebihi  harta terindah seperti emas dan lebih manis dari pada madu. Jangan lewatkan hari berlalu tanpa membaca Firman Allah. Ingat GCA! Gerakan Cinta Alkitab yang terus menerus di canangkan oleh Gereja Toraja.


Diposting tanggal 26 Feb 2018

Daftar Artikel

Matius 5:1-12 merupakan awal Khotbah di Bukit yang disampaikan di tengah pelayanan Yesus di daerah u.....

Selengkapnya ..

Banyak hal yang dapat menodai kemurnian hidup beriman kita saat kita menjalani kehidupan kita setiap.....

Selengkapnya ..

Musa diperintahkan untuk memberi perlengkapan terhadap pemerintahan yang teratur dengan menetapkan k.....

Selengkapnya ..

Firman Tuhan yang dituliskan Daud dalam pembacaan ini lahir dari penghayatannya terhadap berbagai ha.....

Selengkapnya ..

Rasul Paulus menekankan supaya jemaat Tuhan mengerjakan keselamatannya dengan takut. Kata ‘ker.....

Selengkapnya ..

Hidup sebagai anak-anak terang adalah hidup yang berbuahkan kebaikan. Hal itu dimungkinkan terjadi k.....

Selengkapnya ..

Bagian kedua dari mazmur ini beralih dari puji-pujian kepada permohonan yang mengasyikkan yakni suat.....

Selengkapnya ..

1 Korintus 1:10-17 menceriterakan adanya perpecahan dalam jemaat di Korintus. Paulus tidak mengingin.....

Selengkapnya ..

Undangan Yesus bagi Lewi, tidak seperti undangan biasanya. Undangan Yesus sekaligus mengandung makna.....

Selengkapnya ..

Sejak Paulus mengalami anugerah Allah didalam hidupnya, iapun begitu giat memberitakan Inji Yesus Kr.....

Selengkapnya ..

Paulus mengakui bahwa ia menjadi seorang rasul hanya karena dipilih oleh Allah. Paulus dengan berani.....

Selengkapnya ..

Mengapa mengandalkan Allah? Sebab Dialah satu-satunya Allah. Dia tidak pernah berubah sekalipun manu.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...