YANG KUDUS YANG DIBERKATI (Roma 12:16-18)

Pada zaman sekarang, siapakah yang tidak ingin beruntung? Seperti pedagang tentu berusaha sedapat mungkin dapat beruntung, bukan sekadar beruntung tetapi kalau bisa untung besar. Dalam dunia politik, yang arti sebenarnya adalah memberikan diri untuk berkarya dalam mengatur kebijaksanaan daerah atau Negara bagi kepentingan orang banyak bukan untuk diri sendiri. Orang berlomba-lomba mendapatkan jabatan penting, seperti; Kepala Lembang, Camat, Anggota Dewan, Bupati, Walikota, Gubernur, dll, hanya supaya beroleh keuntungan besar. Jelas bahwa untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan yang besar, termasuk mengorbankan banyak uang. Membagi-bagikan uang (suap) dan kata-kata yang muluk dengan penuh godaan kepada pemilih demi memperoleh kedudukan tersebut. Bukankah makin besar umpannya makin besar pula ikan yang didapat? Hati-hati! Bukankah ini salah kaprah?ada zaman sekarang, siapakah yang tidak ingin beruntung? Seperti pedagang tentu berusaha sedapat mungkin dapat beruntung, bukan sekadar beruntung tetapi kalau bisa untung besar. Dalam dunia politik, yang arti sebenarnya adalah memberikan diri untuk berkarya dalam mengatur kebijaksanaan daerah atau Negara bagi kepentingan orang banyak bukan untuk diri sendiri. Orang berlomba-lomba mendapatkan jabatan penting, seperti; Kepala Lembang, Camat, Anggota Dewan, Bupati, Walikota, Gubernur, dll, hanya supaya beroleh keuntungan besar. Jelas bahwa untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan yang besar, termasuk mengorbankan banyak uang. Membagi-bagikan uang (suap) dan kata-kata yang muluk dengan penuh godaan kepada pemilih demi memperoleh kedudukan tersebut. Bukankah makin besar umpannya makin besar pula ikan yang didapat? Hati-hati! Bukankah ini salah kaprah?
Sesuatu yang diawali dengan kesalahan pasti akan diakhiri dengan kesalahan besar. Tetapi itulah kenyataannya. Ada orang, setelah mengawalinya dengan kesalahan, berkorban dengan uang banyak (suap) untuk memperoleh suatu jabatan, akhirnya diakhiri dengan menjadi kurang waras, stress, sakit, dsb, karena tidak mendapatnya. Ada juga orang mengawalinya dengan kesalahan, tetapi berhasil memperoleh jabatan itu namun tiba-tiba diakhiri dengan tragis berada di penjara karena kasus korupsi akibat mementingkan pribadi dan keluarganya saja. Sehingga secara umum merusak masyarakat dan daerahnya sendiri.
Berhati-hatilah! … aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! (ayat 17). Oleh karena itu berusahalah hidup kudus, supaya kita terhindar dari perbuatan orang yang menjadi seperti tumbuhan beracun yang dapat merusak semua orang, lingkungan, daerah, bangsa dan negara kita. Amin.
Diposting tanggal 25 Apr 2016
