Senin 2 Juli 2018 Mazmur 18:21-30 KETETAPAN-NYA TIDAK KUJAUHKAN
Senin, 2 Juli 2018 Mazmur 18:21-30
KETETAPAN-NYA TIDAK KUJAUHKAN
Dalam masyarakat Toraja, biasannya ada pesan dari orang tua terhadap anaknya yang hendak bepergian ke sebuah tempat untuk menetap disana, misalnya. “…Matuttu`ko dio lu padangna tau, kinaako, tontongko mengkilala sia da`mu pamambela kalemu diomai Puang matua…”. (terjemahan bebas: Tekunlah di negeri orang, jadilah orang bijak dan ingatlah Tuhan serta jangan menjauh dari pada-Nya).
Pemazmur sadar bahwa Tuhan itu telah berlaku adil dalam kehidupan pemazmur karena telah memperlakukan pemazmur sesuai dengan kebenaran yang telah dilakukan oleh pemazmur dalam hidupnya (ayat 21). Pemazmur tetap menaruh harap kepada Tuhan dengan cara bertahan mengikuti jalan Tuhan, memperhatikan hukum Tuhan, sehingga Tuhanpun tidak berlaku seperti orang fasik terhadap dirinya (ayat 22-25). Pengakuan pemazmur ini semakin dipertegas dalam ayat 26 bahwa, sesungguhnya Tuhan berpihak terhadap orang yang setia mengikuti ketetapan-Nya, hingga kepada orang yang tidak bercela dibalas dengan tindakan yang tidak bercela. Tetapi terhadap orang yang bengkok hatinya di hukum sesuai dengan tindakan yang setimpal (band.ayat 27b).
Kunci utama untuk tetap bertahan menjadi orang yang tidak bercela adalah tidak menjauhkan diri dari ketetapan Tuhan. Terhadap setiap kita yang tetap memandang Tuhan dalam kebenaran maka Tuhan akan tetap menyinari kita dalam kegelapan hidup yang kita alami. Tetapi terhadap mereka yang hidup memandang dalam kecongkakan, maka Tuhan sendiri yang akan merendahkan orang tersebut. Karena Itu, marilah kita tetap bertahan dalam ketetapan Tuhan karena hanya dengan cara yang demikian kita akan mendapat kesempatan untuk memperoleh kebenaran dan kemurahan dari Tuhan. Amin
Diposting tanggal 28 Jun 2018
