Sabtu, 19 Oktober 2019 Markus 10:46-52 BERIMAN SEPERTI BARTIMEUS (Ma’patongan susi Bartimeus)
Sabtu, 19 Oktober 2019 Markus 10:46-52
BERIMAN SEPERTI BARTIMEUS
(Ma’patongan susi Bartimeus)
Dalam tradisi Yahudi, memberi sedekah adalah salah satu perwujudan iman kepada Allah. Salah satu yang wajib di beri sedekah adalah orang buta, seperti Bartimeus dalam pembacaan kita. Uniknya, Bartimeus si buta itu justru memperlihatkan dengan terang benderang seperti apa iman itu.
Markus mengisahkan Bartimeus yang sedang duduk di jalan keluar dari Yerikho. Ia ada di sana mengharapkan sedekah dari orang-orang yang melalui jalan itu (ay.46). Ia mendengar Yesus melewati jalan itu dan meneriakkan sebuah pengakuan iman yang luar biasa, Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku. (ay.47) Berkali-kali dalam Injil Markus Yesus menyembunyikan kemesiasan-Nya dan melarang para murid menceritakan siapa Dia sesungguhnya. Akan tetapi, Bartimeus mengumandangkan dengan lantang identitas Yesus sebagi Mesias. Bartimeus kemudian menunjukkan seperti respons yang benar dalam mengikut Yesus. Ia menanggalkan jubahnya, tempat menampung sedekah yang di terimanya. Keberlangsungan hidupnya sangat bergantung pada jubah ini. Akan tetapi bagi Bartimeus, itu tidak lebih penting dari pada Yesus. Keberanian Bartimeus ini di apresiasi oleh Yesus dengan kesediaan memberi segala yang dibutuhkannya (ay.51). Terakhir, Yesus memproklamirkan bahwa seluruh yang di lakukan Bartimeus dalam peristiwa itu adalah tindakan iman (ay.52).
Seorang buta telah menunjukkan kepada kita seperti apa iman itu. Matanya buta, tetapi mata batinnya melihat dengan jelas. Ia hidup dari sedekah, namun ia tahu hidup sejati hanya ada dalam Yesus. Akankah Yesus menjumpai iman seperti yang di miliki oleh Bartimus ini dalam diri kita?. Amin
Diposting tanggal 08 Oct 2019
