Sabtu, 9 Februari 2019 Lukas 4:42-44 UNTUK ITULAH AKU DIUTUS Iamo Bannangnato Angku Disua
Sabtu, 9 Februari 2019 Lukas 4:42-44
UNTUK ITULAH AKU DIUTUS
Iamo Bannangnato Angku Disua
Renungan ini ditulis bertepatan dengan terjadinya peristiwa duka yang menguncang bangsa dan negara tercinta ini, yakni saat terjadi gempa bumi, liquifaksi dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala. Peristiwa ini telah menelan begitu banyak korban jiwa. Bahkan saat renungan ini ditulis, diperkirakan masih ada ribuan korban yang tertimbun tanah. Ada begitu banyak yang mengalami kehilangan, baik kehilangan keluarga, kehilangan rumah dan juga kehilangan harta benda yang lainnya. Dalam kondisi demikian, mereka jelas sangat memerlukan kehadiran orang-orang yang mampu memberikan pertolongan. Tak heran jika relawan dari berbagai penjuru dunia datang ke palu untuk memberikan berbagai bantuan yang diperlukan.
Bacaan hari ini mengisahkan tentang orang banyak yang terus mencari Yesus sehubungan dengan banyaknya mujizat yang telah Ia perbuat. Itu sebabnya, ke mana pun Yesus pergi, termasuk ketika Yesus ingin menyendiri dan mencari tempat yang sepi untuk berdoa, orang banyak pun terus mencari dan mengikuti Dia. Mereka berusaha menahan Dia agar tidak meninggalkan mereka, namun Yesus mengatakan, bahwa di kota-kota lainpun Aku harus memberitakan Injil kerajaan Allah, “sebab untuk itulah Aku diutus”
Sebagai umat Allah kita harus meneladani apa yang dilakukan oleh Yesus. Kita hendaknya tidak berdiam diri dan menetap di suatu tempat saja, khususnya jika di tempat tersebut kita mulai merasa berada dalam sebuah zona nyaman karena berbagai alasan. Kita harus bisa keluar dari zona nyaman tersebut dan terus bergerak memberitakan berita keselamatan bagi semua orang. Tentu saja ada banyak orang di berbagai tempat yang terus menantikan kehadiran utusan Tuhan. Jalan ke sana mungkin penuh tantangan, namun kita tetap harus hadir di sana. Itulah tanggung jawab kita sebagai utusan Tuhan.
Diposting tanggal 08 Feb 2019
