Rabu, 13 Maret 2019 Lukas 21:34-22:6 MAWAS DIRI Ungkatangkinni Kale
Rabu, 13 Maret 2019 Lukas 21:34-22:6
MAWAS DIRI
Ungkatangkinni Kale
Mawas diri merupakan tindakan jujur dan selalu mengintrospeksi diri sendiri agar tidak melakukan kesalahan dalam kehidupan ini. Apakah kita menyadari sebagai anak-anak Tuhan bahwa kita adalah “orang-orang yang selalu mawas diri”, karena memiliki “cermin hidup” sebagai panduan hidup, yakni Firman Tuhan? Ketekunan membaca, mendengar dan merenungkan firman-Nya mengarahkan kita untuk selalu mengintrospeksi diri terkait dengan kekudusan hidup di hadapan Tuhan.
Firman Tuhan selalu mengingatkan agar hidup tidak hanya terarah pada pemenuhan hasrat diri dan hal duniawi yang fana, “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi” (ay. 34). Pesta pora, kemabukan dan mengutamakan kepentingan duniawi merupakan cara hidup yang mendatangkan dosa. Ketertarikan pada hal-hal duniawi dan fana adanya dialami juga Yudas Iskariot yang dirasuki iblis dan juga imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah, sehingga mereka berencana menyerahkan Yesus (Luk. 22:3-4). Yudas Iskariot tergiur dengan materi. Dalam rencana menyerahkan Yesus, ketika para imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah akan menyerahkan uang kepadanya, “Mereka sangat gembira dan bermufakat untuk memberikan sejumlah uang kepadanya” (Luk. 22:5).
Kepentingan diri sendiri dan mengutamakan kesenangan dunia merupakan cara-cara hidup yang sudah banyak menjerumuskan anak-anak Tuhan ke dalam dosa. Karena itu, Mawas Dirilah setiap saat dan tetap berdoa untuk mendapatkan penguatan dari-Nya, “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu ...” (Luk. 21:36). Amin.
Diposting tanggal 08 Mar 2019
