Senin, 11 Maret 2019 1 Tawarikh 21:1-17 PENYESALAN BERMAKNA Kapenassanan den Patunna
Senin, 11 Maret 2019 1 Tawarikh 21:1-17
PENYESALAN BERMAKNA
Kapenassanan den Patunna
Penyesalan (Kata dasar sesal artinya susah, kecewa) merupakan kata yang kedengarannya sederhana, namun memiliki pengertian yang amat dalam terkait dengan kegelisahan bagi orang yang mengalaminya. Penyesalan merupakan sikap dan tindakan yang tidak ingin mengulangi sesuatu yang telah disesali. Bagaimana kita dapat melihat bahwa penyesalan itu mempunyai makna?
Raja Daud yang mendapat bujukan dari iblis, kemudian Daud meminta kepada Yoab untuk menghitung orang Israel (ayat 1-2). Daud berpikir bahwa tindakannya untuk menghitung-hitung orang Israel atau kekuatan pasukannya adalah hal benar atau tidak keliru. Yoab mengetahui bahwa raja Daud memiliki kekuatiran akan kekuatan pasukan yang dimilikinya dengan mengabaikan pertolongan dari Tuhan. Hal ini membuat Yoab tampil untuk menyampaikan nasihat kepada raja Daud, “... Mengapa tuanku menuntut hal ini? Mengapa orang Israel harus menanggung kesalahan oleh karena hal itu?” (ay. 3). Allah melihat tindakan Daud merupakan hal yang jahat, karena meragukan kuasa-Nya, ”Tetapi hal itu jahat di mata Allah, sebab itu dihajar-Nya orang Israel” (ay. 7). Tuhan mendatangkan penyakit sampar bagi orang Israel dan tujuh puluh ribu orang Israel yang mati (ay. 14).
Raja Daud menyadari bahwa perbuatan dosa yang dilakukannya di hadapan Tuhan telah membuat kematian tujuh puluh ribu orang Israel (ay. 8, 14 dan 17). Penyesalan yang tulus dari raja Daud membuat Tuhan tidak lagi memusnahkan Yerusalem (ay. 15-16). Karena itu, jangan pernah meragukan kuasa dan berkat Tuhan dalam kehidupan ini, “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” (Yer. 17:7). Amin.
Diposting tanggal 28 Feb 2019
