Selasa, 12 Maret 2019 Mazmur 17:1-5 TEMPAT UNTUK MENGADUH Inan dinai sumarro
Selasa, 12 Maret 2019 Mazmur 17:1-5
TEMPAT UNTUK MENGADUH
Inan dinai sumarro
Perjalanan hidup setiap orang, tidaklah terlepas dari keluh kesah (kesusahan, kesedihan). Seseorang dapat mengalami keluh kesah, karena kelalaiannya dalam pekerjaan dan penggunaan waktu, tidak menjaga tutur kata dan tindakannya, tidak menjaga kesehatannya dan lain sebagainya. Namun, terkadang pula dijumpai bahwa keluh kesah dapat dialami oleh seseorang, karena adanya rancangan atau tindakan jahat dari orang lain. Kemanakah kita harus membawa keluh kesah itu? Bagaimana dengan keluh kesah yang dialami oleh sang Pemazmur, yakni raja Daud?
Sang Pemazmur (raja Daud) mengalami keluh kesah, karena dituduh oleh musuh-musuhnya telah melakukan kejahatan (Mzm. 7:4-6). Ia dituduh melakukan kejahatan yang mempermalukan dan merusak nama baiknya. Raja Daud amat sedih dan bergumul dengan situasi yang dialaminya. Doa dan permohonan yang tulus dari Daud disampaikannya kepada Tuhan untuk membela perkaranya (ay. 1-2). Daud menyadari bahwa Tuhan mengetahui segala jalan kehidupannya. Ia membuka hati dengan tulus di hadapan Tuhan untuk meminta Tuhan membela perkaranya, “Dengarkanlah TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku, berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu” (ay. 1).
Raja Daud datang kepada Tuhan sebagai alamat yang tepat untuk menyampaikan keluh kesahnya. Ia datang kepada Tuhan dengan hati yang tulus dan tetap berjalan pada ketetapan yang Tuhan buat dalam kehidupannya, “Langkahku tetap mengikuti jejak-Mu, kakiku tidak goyang” (ay. 5). Apakah kita juga tetap berjalan pada ketetapan Tuhan dalam menghadapi setiap keluh kesah? Marilah datang di hadapan Tuhan dengan hati yang tulus dalam menghadapi setiap beban hidup ini. Amin.
Diposting tanggal 08 Mar 2019
