Sabtu, 8 Februari 2020 Markus 7:1-7 JANGAN MUNAFIK Da’ ammi belo puduk
Sabtu, 8 Februari 2020 Markus 7:1-7
JANGAN MUNAFIK
Da’ ammi belo puduk
Ada kelompok tertentu yang berpikir bahwa dengan menjauhkan diri dari makanan atau benda tertentu akan membuat mereka tidak najis. Pada zaman Yesus adat istiadat itu masih sangat kuat. Tuhan Yesus membawa ajaran yang memerdekakan manusia dari keterikatan yang keliru.
Tradisi najis dan tidak najis sangat kuat dianut oleh orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Mereka tidak dapat menerima murid-murid Yesus karena makan dengan tidak cuci tangan terlebih dahulu sebagaimana adat istiadat nenek moyang mereka (ay.1-5). Menurut Yesus adalah kemunafikan ketika seseorang terlihat beribadah kepada Allah tetapi memegang ajaran manusia (ay.6-8). Yesus mengatakan bahwa perbuatan jahat kepada sesama itulah yang membuat seseorang menjadi najis. Kejahatan kemanusiaanlah yang membuat kita menjadi najis. Bagi Yesus ada yang jauh lebih utama dari sekadar melaksanakan aturan-aturan adat istiadat atau agama yaitu tindakan nyata mengasihi sesama.
Aturan adat istiadat bukan tidak penting selama didasarkan pada kebenaran firman Tuhan, dipahami dan dipraktikkan dengan motivasi yang benar karena mengasihi Allah dan demi kebaikan sesama manusia. Namun, jika ada aturan adat istiadat di sekitar kita yang tidak memanusiakan manusia kita harus menolaknya. Misalnya, jika terdapat aturan yang membeda-bedakan jemaat berdasarkan status sosialnya, sukunya, dan gendernya. Jangan sampai karena aturan atupun kebiasaan adat budaya yang dimiliki justru menjauhkan kita dari Tuhan. Karena itu, marilah kita menjalani kehidupan ini dengan tidak munafik, tetapi tetaplah beribadah kepada Allah dengan mengutamakan penyembahan kepada-Nya daripada mementingkan cara berbudaya yang dapat merusak keterhubungan kita dengan Allah. Amin
Diposting tanggal 29 Jan 2020
