ReHat Minggu 4 Februari 2018 Mazmur 102:2-12 INILAH CURHATKU
Minggu 4 Februari 2018 Mazmur 102:2-12
INILAH CURHATKU
Cie... Curhat situe..! Demikian ungkapan kebanyakan orang zaman sekarang terutama anak muda, ketika mereka melihat temannya sedang berbagi persoalan hidupnya kepada orang lain. Curhat (Curahan Hati) memang menjadi trend di kalangan anak muda tetapi tidak kalah trend juga di kalangan ibu-ibu maupun bapak-bapak. Dengan demikian sebetulnya “curhat” merupakan kebiasaan dan kebutuhan banyak orang. Meskipun pada sisi lain perlu di sadari bahwa tidak semua orang suka curhat dan tidak semua orang menjadi tempat yang tepat untuk curhat.
Mazmur 102:2-12 menjadi sebuah catatan yang sangat kental dengan curahan hati pemazmur. Dalam ayat 2-3 tercatat jelas di mana pemazmur mengatakan “TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu. Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!”. Pemazmur merasakan dan menyadari bahwa ia tidak mampu menanggung pergumulannya sendiri. Namun demikian, ia pun menyadari dan meyakini kemana ia harus berseru dan meminta pertolongan. Pemazmur “Curhat” kepada Allah. Terlihat jelas dalam perikop ini, pemazmur sepertinya ingin berkata: “Tuhan, Inilah Curhatku”.
Setiap orang punya masalah, itu pasti!. Namun berapa banyak orang yang punya masalah memiliki kesadaran bahwa ia lemah dan butuh pertolongan lalu kemudian meminta pertolongan kepada pribadi yang tepat? Pertanyaan ini perlu kita renungkan dan refleksikan, apakah kita termasuk di dalamnya? Firman Tuhan hari ini mengajak kita: pertama, menyadari bahwa kita punya keterbatasan atau kelemahan di dalam menghadapi setiap pergumulan kita. Kedua, kita perlu “curhat” kepada tempat yang tepat, yaitu TUHAN. Terpujilah Tuhan,Amin
Diposting tanggal 31 Jan 2018
