Kamis 8 Februari 2018 2 Korintus 2:12-17 DI “PHP-IN” TAPI TAK MENYERAH
Kamis 8 Februari 2018 2 Korintus 2:12-17
DI “PHP-IN” TAPI TAK MENYERAH
“Pada jaman sekarang seringkali kita mendengar istilah PHP (Pemberi Harapan Palsu). Istilah ini kemudian berkembang di kalangan anak muda. Ketika ada harapan yang tidak terkabulkan, maka si pemberi harapan itulah yang di kategorikan “PHP”. Akibatnya, muncul pula istilah oleh si korban, mengatakan “Aku di PHP-in”. Demikian dengan kita sebagai pribadi yang juga menjalin relasi dengan orang lain, entar itu pacar, orang tua, saudara, teman, dll. Seringkali kita berharap untuk bisa berjumpa, apalagi jika perjumpaan itu adalah perjumpaan yang sangat penting, maka harapan kita tentu sangat besar. Namun bagaimana rasanya jika pada kenyataannya, akhirnya kita tidak bisa berjumpa?
Hal serupa di alami oleh Paulus, sesungguhnya ia sangat berharap bisa berjumpa dengan kawan sekerjanya, Titus, namun ia tak bisa berjumpa. Akibat dari gagalnya perjumpaan itu, Paulus katakan “Hatiku tidak merasa tenang, karena aku tidak menjumpai saudaraku, Titus.” Jika kita mengalami hal ini, mungkin saja kita sudah mengatakan “Aku di PHP-in”. Apakah Paulus mengatakan hal tersebut dan kemudian ia putus asa? Tidak, meskipun Paulus merasa tidak tenang, namun ia tidak menyerah dan putus asa. Di balik situasi itu, ia punya inisiatif dan niat yang sangat baik. Ia akhirnya meninggalkan Troas dan berangkat ke Makedonia, dengan harapan bisa bertemu Titus di sana.
Saudara, harapan yang belum tercapai seringkali membuat sebagian orang kemudian berhenti berjuang. Mari kita belajar dari firman Tuhan melalui keteladanan Paulus, bahwa di tengah situasi yang tidak sesuai harapan, ia punya inisiatif mencari peluang lain untuk terus melangkah maju. Dalam pergaulan sehari-hari, mungkin kita sering di kecewakan. Mari belajar dari Paulus, di PHP-in tapi tidak menyerah, ia terus melangkah maju. Amin
Diposting tanggal 06 Feb 2018
