ReHat Sabtu, 3 Februari 2018 Yesaya 46:1-13 DIALAH ALLAH KITA
Sabtu 3 Februari 2018 Yesaya 46:1-13
DIALAH ALLAH KITA
Menyembah kepada berhala bukan hanya ketika membuat patung, lalu menyembahnya. Tetapi juga ketika hati sudah menolak tunduk dan taat kepada Tuhan. Berhala itu dapat di cocokkan dengan selera manusia, dapat di atur oleh manusia, sedangkan Allah tidak. Allah tidak dapat di atur berdasarkan selera kita.
Rupanya itulah yang terjadi di kalangan bangsa Israel. Mereka membuat patung dari emas mereka sendiri, sesuai selera mereka dan menyembahnya. Berhala-berhala itu bukan menjadi penolong, melainkan menjadi beban, karena ketika mereka harus mengungsi, patung-patung itu harus juga di ungsikan. Sebab itu melalui Firman Tuhan ini Yesaya membongkor kebodohan dan kejahatan mereka yang menyembah berhala itu. Firman Tuhan ini sekaligus mengingatkan mereka dan kita juga sekarang, bahwa sesungguh Allah itu terus-menerus menyatakan kasih setia-Nya dan keperkasaan-Nya bagi umat-Nya. Bahkan Yesaya menggambarkan Tuhan sebagai Allah yang hidup yang tidak berubah. Dari dulu, sekarang, dan sampai selamanya Dia adalah Allah yang peduli dan setia untuk menyelamatkan umat Israel, walaupun sekarang sedang di pembuangan. Allah terus berjanji untuk menggendong umat-Nya. Sebab itu umat Israel harus malu dan bertobat, karena mereka telah berpaling dari Allah yang Mahakuasa, yang dulu telah menyelamatkan mereka.
Mungkin kita juga dalam menjalani hidup ini, pernah seperti bangsa Israel yang meninggalkan Tuhan dan berpaling kepada allah lain. Mungkin bukan berupa patung berhala, tetapi berupa berbagai pegangan hidup seperti harta kekayaan, kekuasaan, karier dan sebagainya. Sebab itu mari kita kembali kepada Tuhan dan bertobat di hadapan-Nya. Kita kembali kepada Dia, satu-satunya Allah yang hidup. Dia pasti menerima kita dan memelihara hidup kita.Amin
Diposting tanggal 31 Jan 2018
