Jumat, 27 Juli 2018 Lukas 15:1–7 IA MENCARI YANG SESAT
Jumat, 27 Juli 2018 Lukas 15:1–7
IA MENCARI YANG SESAT
Dalam suatu perjalanan mengendarai motor, maksud hati hendak menuju ke jemaat A tetapi berhubung disepanjang jalan pikiran tidak terarah dan cenderung bercabang, akhirnya nyasar ke tempat yang lain. Untunglah masih ada niat untuk memutar balik haluan dan kembali kearah yang sesungguhnya, sebab kalau tidak tentu akan banyak kerugian yang dialami: rugi dari segi BBM, waktu, tenaga dan tentu merugikan jemaat A yang sudah menunggu.
Perumpamaan Yesus tentang domba yang hilang pertama-tama adalah bentuk kritik kepada orang-orang Farisi dan Ahli Taurat. Mereka ini kerapkali menganggap diri benar dan paling layak dihadapan Allah dibandingkan orang lain. Sungut-sungut mereka terhadap kedekatan Yesus dengan para pendosa direspons Yesus dengan pernyataan bahwa ada sukacita sorgawi bila ada yang tersesat dan ditemukan kembali oleh sang gembalanya.
Selain sebagai kritik, melalui perumpamaan ini Yesus mau mengungkapkan betapa rentannya manusia tersesat seperti domba. Ketika ia mencoba mengikuti naluri dirinya dan tidak lagi fokus mengikuti kawanan dan gembalanya. Perumpamaan ini juga menggambarkan tentang kasih Allah dalam Kristus yang datang mencari domba-dombaNya yang tersesat karena mengikuti hasrat dirinya. Yesus datang untuk mencari dan mendapatkan umat-Nya yang telah berada dalam kebinasaan dan kesesatan. Ia adalah jalan untuk menemukan kehidupan yang benar. Karena itu, penting membiarkan diri kita untuk selalu sadar bahwa dalam Kristus Allah telah menerima kita, sehingga amat perlu bagi kita untuk tetap hidup dalam pertobatan. Amin
Tontong metamba tu tongan, meongli’ tu maruru’
Kitari tau nenne’ ma’taru-taru
(Londe-londena Toraya by Pdt.J.Lebang)
Diposting tanggal 24 Jul 2018
