Sabtu, 2 Maret 2019 Lukas 10:21-24 UNGKAPAN BAHAGIA SANG GURU Kada Maupa’ diomai Guru
Sabtu, 2 Maret 2019 Lukas 10:21-24
UNGKAPAN BAHAGIA SANG GURU
Kada Maupa’ diomai Guru
Saudara yang dikasihi Tuhan, biasanya ketika kita melihat seseorang berprestasi maka yang sering kita tanyakan adalah siapa gurunya? Selain memuji murid yang berprestasi tersebut, orang banyak juga tentunya mengakui sekaligus juga memuji sang guru sebagai orang yang berhasil. Singkatnya, keberhasilan murid adalah keberhasilan guru. Ketika guru merasakan kebahagiaan sebagai buah dari prestasi bersama, maka sang guru pun mengungkapkan kebahagiaannya kepada orang lain.
Dalam bacaan kita khususnya ketika kita hubungkan dengan perikop sebelumnya, kita dapat melihat apa yang melatarbelakangi ungkapan bahagia Yesus. Yesus bersyukur dan berbahagia karena tujuh puluh murid sudah kembali dengan kabar gembira bahwa mereka dapat menaklukkan iblis dalam nama Yesus. Tapi sesungguhnya bukan itu yang utama dan yang terutama. Yang menjadi dasar ucapan syukur Yesus adalah segala sesuatu yang telah dilakukan Bapa kepada para murid (Bnd.ay. 21). Murid-murid tidak dapat melakukan semua itu tanpa campur tangan Allah.
Yesus mengajarkan kita pentingnya bersyukur kepada Tuhan untuk setiap hal yang Tuhan sudah lakukan dalam kehidupan kita. Mungkin saja kita sering lupa untuk bersyukur ketika kita meraih sebuah prestasi. Tidak jarang orang lebih cenderung mengeksrepsikan keberhasilannya dengan pesta pora, makan-makan, foto-foto dan berbagai ekspresi lainnya, sampai lupa untuk mengucap syukur. Ungkapan bahagia Sang Guru yaitu Yesus Kristus menjadi contoh bagi setiap orang percaya untuk mengekspresikan kebaikan Tuhan dalam bentuk ucapan syukur kepada-Nya. Ungkapan syukur berarti mengakui dan merespon secara sadar akan setiap hal yang Tuhan sudah lakukan.
Diposting tanggal 21 Feb 2019
