Jumat, 22 Februari 2019 Mazmur 37:1-11 MARI RAMAH-RAMAH Maikomi Anta Mabalele
Jumat, 22 Februari 2019 Mazmur 37:1-11
MARI RAMAH-RAMAH
Maikomi Anta Mabalele
“Jangan suka marah, nanti cepat tua.” Ya, mungkin kita sering mendengar kalimat ini. Sejak kecil, kita sering dinasihati orang tua agar tidak suka marah. Maka salah satu cara orang tua membuat kita untuk menghindari marah adalah dengan menekankan kalimat “nanti cepat tua”. Apakah benar? Rupanya berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University of Valencia, marah memang bisa menganggu kesehatan, sebab dalam keadaan marah, terjadi perubahan pada respons aktivitas organ tubuh. Beberapa bagian ototpun bekerja keras, sehingga tubuh memerlukan sebanyak 43 otot untuk melakukan tugas ini.
Kata “marah” dalam perikop kita hari ini ditulis sebanyak 4 kali. Pemazmur memang cukup tegas mengatakan dalam ay.8 “Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa pada kejahatan.” Rupanya bukan hanya nasihat orang tua ataupun juga alasan kesehatan, tetapi firman Tuhan sendiri menegaskan agar kita tidak suka marah-marah. Memang, semua orang jika diperhadapkan pada situasi yang menyakitkan, mengecewakan ataupun menjengkelkan, maka sangat mungkin bisa marah. Ya, semua orang bisa marah, tetapi tidak semua orang bisa mengendalikan dan meredam amarahnya.
Ingat selalu ungkapan ini “jangan marah-marah, mari ramah-ramah”, dua kata yang mirip dan hanya berbeda susunan huruf, namun memiliki makna yang amat berbeda. Ini sebuah ajakan agar orang tidak menjadi hobby marah. Pemazmur telah menegaskan agar tidak ada orang yang akhirnya berbuat kejahatan karena marah yang tak terbendung. Janganlah juga menjadi orang yang ‘marah melihat orang senang’ dan ‘senang melihat orang marah’, sebab itu akan membawa kita pada perselisihan. Roh Kudus memampukan kita.
Diposting tanggal 20 Feb 2019
