Selasa, 26 Februari 2019 Mazmur 38:2-13 TUHANLAH TEMAN CURHATKU Puang Matua Kunii umparampo issi penaangku
Selasa, 26 Februari 2019 Mazmur 38:2-13
TUHANLAH TEMAN CURHATKU
Puang Matua Kunii umparampo issi penaangku
“Dengarkan curhatku, dengarkan curhatku,...” Demikianlah sepenggal lirik nyanyian yang dipopulerkan oleh Vierra. “Curhat” merupakan singkatan dari curahan hati. Setiap orang membutuhkan teman untuk menyampaikan atau mencurahkan isi hatinya. Ketika kita diperhadapkan pada situasi yang sulit, maka kita pun memiliki keinginan besar untuk menceritakan apa yang kita alami dengan harapan bahwa kita mendapatkan kelegaan. Namun demikian, teman, orang tua atau siapapun yang menjadi teman curhat kita, memiliki keterbatasan dalam mendengar dan menyikapi setiap isi dari curahan hati kita.
Dalam perikop ini, pemazmur memberikan keteladanan yang sangat berharga. Ia memilih Tuhan untuk menjadi teman curhatnya. Bacaan ini memuat tentang curahan hati pemazmur yang berisi keluhan yang ia alami dalam hidupnya. Ia sama sekali tidak menyembunyikan apa yang sedang ia alami. Setiap hal yang menjadi keluh kesahnya, ia buka di hadapan Tuhan khususnya ketika ia merasakan kesakitan. Menariknya, bahwa dia menceritakan semuanya tanpa rasa malu. Ia begitu terbuka. Dalam ay.10 Daud mengatakan “Tuhan, Engkau mengetahui segala keinginanku dan keluhku pun tidak tersembunyi bagi-Mu”. Kalimat ini menjadi bukti kedekatan Daud dengan Tuhan. Hubungan yang dekat itu membuat Daud sangat terbuka kepada Tuhan.
Saudara, setiap kita memiliki pergumulan. Pertanyaan penting yang muncul, ialah kepada siapakah kita mencurahkan segala pergumulan kita? Adakah kita menjadikan Tuhan sebagai Teman curhat? Mari kita bawa setiap gumul dan juang kita kepada Tuhan dan percayalah Dia akan mendengarkan setiap curahan hati kita, sebab Dialah Teman curhat yang terbaik.
Diposting tanggal 21 Feb 2019
