Sabtu, 16 Februari 2019 Lukas 11:24-28 BAHAYA KEKOSONGAN Labuan ke dilo’bangi
Sabtu, 16 Februari 2019 Lukas 11:24-28
BAHAYA KEKOSONGAN
Labuan ke dilo’bangi
Rumah yang kosong dan gelap sering ditakuti oleh anak-anak, bahkan juga oleh sebagian orang dewasa. Alasannya, ialah rumah yang kosong seringkali dipandang memiliki “penunggu”, yakni hantu.
Tuhan Yesus mengusir setan dari seseorang yang menyebabkan dia bisu (11:14-32). Peristiwa ini menuai banyak reaksi dari orang banyak yang ada bersama Dia pada saat itu, termasuk salah seorang perempuan yang memuji Tuhan Yesus (ay. 27). Namun Tuhan Yesus menegaskan bahwa orang yang mendengar dan memelihara Firman dalam hidupnya itulah orang yang berbahagia. Iblis tidak akan masuk merusak dan mengacak-acak “rumahnya” itu. Yesus hendak mengajarkan, bahwa seseorang yang menerima anugerah Tuhan, tidak bisa merespon anugerah itu dengan masa bodoh, tetapi dia harus membuka diri dan menyambut anugerah itu. Ia harus hidup dalam anugerah itu, sehingga hidupnya terus bertumbuh dalam kelimpahan anugerah itu dengan cara terus menerus menikmati dan menghidupi Firman Tuhan (ay. 28). Jika kita sungguh-sungguh mendengar dan hidup dalam terang firman Tuhan maka tidak akan ada celah kosong di dalam diri atau hati kita yang dapat digunakan iblis untuk masuk dan merusak seluruh kehidupan kita. Tuhan Yesus juga mengingatkan kita, bahwa kuasa dan tipu muslihat iblis atau roh jahat itu luar biasa dan sangat lihai (ay. 26),
Karena itu waspadalah dan berjaga-jagalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan, kata Tuhan Yesus. Jangan biarkan ada celah atau ruang kosong yang dapat menjadi jalan bagi iblis merusak hidup kita. Berpegang teguhlah pada Firman Tuhan. Roh Kudus memberi kekuatan untuk melawan kuasa kegelapan.
Diposting tanggal 11 Feb 2019
