Sabtu, 23 Februari 2019 Kejadian 44:18-34 BUKTI KASIH Tanda Manassanan Pa’kaboro’
Sabtu, 23 Februari 2019 Kejadian 44:18-34
BUKTI KASIH
Tanda Manassanan Pa’kaboro’
Dalam era milenial saat ini, begitu banyak anak muda yang hanya sibuk dengan urusan dan Handphonenya sendiri. Jangankan membangun relasi yang baik dengan orang tuanya, komunikasi saja sudah sangat terbatas. Hal itu disebabkan waktu banyak terbuang hanya untuk bermain game dan sosial media. Tanpa disadari, kurangnya interaksi atau komunikasi dengan orang tua, telah membuat anak muda cenderung tidak memiliki kasih sayang yang kuat pada orang tuanya.
Bacaan hari ini menjelaskan tentang Yehuda yang memiliki kepedulian tinggi dan kasih sayang besar terhadap adiknya, Benyamin. Selain itu, teks ini juga memperlihatkan betapa Yehuda sangat menyayangi ayahnya. Ia tidak rela jika adiknya, Benyamin yang menjadi budak. Ay. 22-34 berisi penjelasan yang panjang lebar untuk mengatakan bahwa Benyaminlah yang menjaga ayahnya yang sudah tua. Itulah sebabnya Yehuda tidak tega jika Benyamin meninggalkan ayahnya untuk menjadi budak. Sebaliknya Yehuda bersedia menggantikan Benyamin menjadi budak.
Yehuda dan Benyamin adalah sosok yang sangat mengasihi ayahnya, bukan dengan kata tapi dengan kesetiaan dan tindakan nyata. Mengasihi ayah yang masih muda, produktif, itu wajar dan dapat diperbuat oleh banyak orang. Namun mengasihi ayah yang sudah tua dan sakit-sakitan, itu tidaklah mudah. Anak muda milenial perlu belajar dari kisah ini, agar kasih kepada orang tua itu terus bertumbuh tanpa mengenal usia dan keadaan. Kisah ini juga menarik untuk menjadi perenungan bagi para perantau yang terpisah jauh dari orang tuanya, agar membuktikan kasih sayang yang nyata kepada orang tuanya, meskipun terpisah oleh jarak yang jauh. Tuhan pasti menolong.
Diposting tanggal 20 Feb 2019
