Sabtu, 19 Mei 2018 Yohanes 7:33-39 ALIRAN AIR HIDUP
Sabtu, 19 Mei 2018 Yohanes 7:33-39
ALIRAN AIR HIDUP
Kepuasaan adalah hal yang selalu dicari manusia dalam hidupnya, walaupun manusia tidak akan pernah puas. Sebab kepuasaan duniawi ibarat meminum air laut, setelah minum akan haus lagi.
Setelah Yesus memberitakan kematian-Nya. Ia mengatakan bahwa Ia akan segera kembali kepada Bapa yang mengutus Dia, dan tak seorang pun yang bisa datang ke tempat di mana Dia berada (ayat 33-36). Namun pernyataan Yesus itu, memunculkan tanda tanya besar dalam pikiran orang-orang Yahudi. Di tengah ketidakpuasan dan usaha untuk menangkap Dia, Tuhan Yesus menegaskan bahwa Dia dapat menyediakan air hidup yang lebih baik (ayat 37). Sebab Yesus sendiri adalah sumber air hidup, “Mata air di dalam diri-Nya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (Yoh.4:10-14). Hanya orang percayalah yang dapat memperoleh kelegaan (ayat 38). Demikian halnya dengan setiap orang yang selalu mengedepankan perjuangan imannya dalam kuasa dan kasih Kristus. Sebab Dialah kebenaran dan hidup (Yoh 14:6). Oleh iman kita, Kristus diam di hati kita dan kita berakar dalam kasih-Nya (Ef. 3:17).
Di dunia ini ada banyak orang yang haus. haus kekuasaan, haus harta, haus jabatan, haus kasih sayang , dan haus yang lain-lain. Rasa haus manusia di dalam dunia tidak akan ada batasnya. Sebab kepuasaan duniawi tidak kekal adanya. Orang yang tidak percaya kepada Allah tidak akan pernah berakhir dalam kepuasaan dan kelegaan. Tidak ada yang dapat membuat manusia puas dan lega; selain di dalam Kristus Yesus. Bagi setiap orang yang percaya, dia telah memiliki air hidup. Kepada kita yang telah menerima air hidup itu, selayaknyalah kita juga mengalirkannya (ayat 38), agar semakin banyak orang yang merasakannya dan disegarkan oleh karena “Air Hidup” itu.
Diposting tanggal 15 May 2018
