WORKSHOP PELATIHAN PENERJEMAHAN ALKITAB ANAK DALAM BAHASA TORAJA
Tidak dapat dipungkiri bahwa hal yang amat penting dalam mempelajari Akitab saat ini ialah Bahasa, baik itu Bahasa Internasional (Inggris), Bahasa Nasional (Bahasa Indonesia) bahkan Bahasa daerah yang digunakan untuk berkomunikasi setiap hari atau dikenal dengan Bahasa Ibu. Salah satu kegiatan yang juga telah berlangsung sejak 21 Oktober hingga 1 Nopember 2019 di Tangmentoe adalah “Workshop Pelatihan Penerjemahan Alkitab Anak Dalam Bahasa Toraja”.
Tujuan utama dari kegiatan ini ialah memberikan pemahaman mengenai Prinsip-Prinsip Penerjemahan Alkitab versi anak dan Penggunaan Software Penerjemahan untuk penggunaan Bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak yakni Bahasa Toraja sebagai Bahasa Ibu. Bahasa Ibu adalah bahasa yang paling dipahami oleh anak-anak, oleh karena itu Yayasan Suluh Insan Lestari mendukung penggunaan bahasa Toraja dalam pengajaran Sekolah Minggu Gereja Toraja, kata Berton Turnip selaku Koordinator Penerjemahan dan Penggunaan Alkitab Yayasan Suluh Insan Lestari.
Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 6 orang dari berbagai Klasis yaitu Pdt. Yulianus Tandisau, S.Th, Pdt. Frans Sanggola, S.Th, Pdt. Hermin Hesky Pasangka’, S.Th, Pdt. Ayub Toding, S.Th, Pdt. Hermin Melki, S.Th dan Pdt. Yonatan Salundung, S.Th serta Tim yang diutus dari Yayasan Suluh Insan Lestari sebanyak 6 orang.
Kegiatan ini telah berlangsung selama dua minggu dan para peserta telah berhasil menerjemahkan pasal-pasal yang diambil dari Injil Lukas ke dalam Bahasa Toraja yang sederhana dan mudah dimengerti oleh anak-anak.
Dan hasil terjemahan ini telah diuji oleh anak-anak Sekolah Minggu tentang kejelasan, ketepatan dan kewajarannya serta mendapatkan respon yang cukup baik dari anak-anak oleh karena mereka dapat membaca, mengerti dan memahami isi cerita yang telah diterjemahkan, tambah Berton Turnip.
Sebelumnya telah ada Alkitab dalam Bahasa Toraja namun pada umumnya disadari bahwa tidak semua orang apalagi anak-anak dapat mengerti Bahasa yang ada di Sura’ Madatu sehingga dengan adanya Yayasan Suluh Insan Lestari yang mendampingi kami dalam kegiatan ini sangat membantu untuk menerjemahkan Alkitab dalam Bahasa Toraja khususnya versi Bahasa anak, ungkap Pdt. Yulianus Tandisau’,S.Th
Kegiatan ini juga sangat membantu dalam penerjemahan Alkitab Bahasa Toraja versi anak oleh karena peserta yang datang dari berbagai tempat saling melengkapi setiap Bahasa Toraja yang digunakan di masing-masing daerah, sehingga sangat membantu dalam proses penerjemahan Bahasa Toraja yang dapat diterima secara umum oleh anak-anak, kata Pdt. Frans Sanggola, S.Th
Dengan adanya “Workshop Pelatihan Penerjemahan Alkitab Anak Dalam Bahasa Toraja” diharapkan agar anak-anak tetap memelihara Bahasa Ibu (Bahasa Toraja) melalui Pengajaran Alkitab Bahasa Toraja versi anak-anak.
Kegiatan ini dapat terselenggara berkat kerjasama Yayasan Suluh Insan Lestari dengan Pengurus Pusat Sekolah Minggu Gereja Toraja (PP.SMGT) yang didukung oleh Wycliffe Swiss dan All Saints Church Jakarta.
Diposting tanggal 01 Nov 2019
