Selasa, 12 November 2019 Hagai 2:16-20 MEMBANGUN DARI RERUNTUHAN (Ma’bangun diomai apa sanggang)
Selasa, 12 November 2019 Hagai 2:16-20
MEMBANGUN DARI RERUNTUHAN
(Ma’bangun diomai apa sanggang)
Ada syair lagu yang mengatakan “Jatuh bangun aku mengejarmu... tak sanggup diriku tak sanggup”.
Saat orang Yehuda tiba di Yerusalem mereka segera berupaya membangun kembali rumah Allah. Pada awalnya mereka telah berhasil meletakkan fondasi namun tidak berlanjut oleh karena berbagai macam masalah yang mereka hadapi. Semangat mereka semakin hari semakin berkurang sampai akhirnya mereka tidak lagi memprioritaskan pembangunan Bait Allah. Rasa-rasanya mereka tidak sanggup lagi melakukan yang indah di mata Tuhan. Bahkan ada kekawatiran apakah keadaan mereka akan sejahtera jika terus menerus mengerjakan pembangunan kembali bait Allah. Dalam keadaan seperti itu, nabi Hagai kembali tampil untuk menyerukan kehendak Allah. Hagai adalah seorang nabi yang di beri tugas untuk menyampaikan isi hati Tuhan pada umat-Nya. Hagai mendorong dan memotivasi umat Allah untuk membangun kembali bait Allah yang telah runtuh. Ia mengajak bangsa Yehuda untuk kembali mengingat keadaan mereka di masa lampau ketika Allah menghukum mereka oleh karena kelalaian mereka di dalam melakukan kehendak Allah. Nabi Hagai memberi suatu berita yang membangun pengharapan mereka yaitu janji berkat kepada umat yang setia melakukan kehendak-Nya.
Jatuh bangunnya hidup kadang meyurutkan semangat kita untuk membangun kembali iman yang telah runtuh akibat dosa. Akan tetapi firman Tuhan hendak mengingatkan kita bahwa tubuh kita adalah Bait Allah yang mesti terus di bangun di dalam iman kepada Yesus Kristus. Jadi, bukan hanya pembangunan fisik yang menjadi prioritas kita tetapi juga pembangunan rohani yang ada di dalam diri kita. Amin
Diposting tanggal 04 Nov 2019
