Sabtu, 30 Juni 2018 Lukas 4:31-37 BUKAN MAIN KATA-KATANYA
Sabtu, 30 Juni 2018 Lukas 4:31-37
BUKAN MAIN KATA-KATANYA
Dalam masa-masa kampanye, biasanya bermunculan tokoh-tokoh yang menampilkan pesonanya melalui kata-kata. Memang, sebaik apapun visi misi, jika tidak didukung penyampaian yang baik, tentu tidak akan mendapat respons yang maksimal. Lahirlah profesi dadakan yang disebut: juru kampanye, disingkat jurkam. Seorang jurkam menyampaikan visi misi dengan pemilihan kata-kata serta intonasi kata yang meyakinkan. Dia sama sekali tidak sedang sekedar tebar pesona, namun berjuang menggapai tujuan dalam latar belakang pemahaman bahwa setiap kata memiliki kekuatan untuk mempengaruhi pendengar. Ukuran kebersahilan jangka pendeknya ialah apabila muncul decak kagum dari pendengar yang mengatakan: kata-katanya sangat meyakinkan.
Orang-orang di kota Kapernaum mengagumi cara Yesus mengajar. Bagi mereka, Yesus berbicara dengan penuh wibawa. (ayat 32). Seorang yang kerasukan roh jahat menjerit-jerit. Yesus menghardik orang tersebut sehingga roh jahat keluar dari tubuhnya (ayat 33-35). Bukan sembarang bentakan. Satu kali bentakan, roh jahat terbirit-birit. Akhirnya, orang-orang yang hadir di situ merespons peristiwa tersebut dengan mengatakan: “Bukan main kata-kataNya” (ayat 36). Respons orang banyak adalah gambaran bahwa mereka mengakui wibawa kata-kata Yesus.
Kata-kata adalah media komunikasi yang mungkin paling sering kita lakukan. Entah berapa jumlah kata-kata yang kita produksi setiap harinya. Yang pasti, setiap kata tersebut terucap dengan harapan akan terjalin relasi yang baik. Lalu bagaimana menilai capaian dari harapan tersebut? gampang. Perhatikan saja respons pendengar. Adakah penerimaan yang baik? alangkah indahnya jika ada yang berdecak kagum dengan berujar: “bukan main kata-katanya!” selamat! Amin
Diposting tanggal 28 Jun 2018
