Bahan Khotbah Minggu ke-16 Tanggal 19 April 2020 Minggu pertama setelah Paskah KAMI ADALAH SAKSINYA Kamimo Sa’binna
Bahan Khotbah Minggu ke-16 Tanggal 19 April 2020
(Minggu pertama setelah Paskah)
KAMI ADALAH SAKSINYA
(Kamimo Sa’binna)
| Bacaan Mazmur | : Mazmur 16:1-11 |
| Bacaan 1 | : Kisah Para Rasul 2:22-32 (Bahan Utama) |
| Bacaan 2 | : 1 Petrus 1:3-12 |
| Bacaan 3 | : Yohanes 20:19-29 |
| Nas Persembahan | : 1 Tawarikh 29:14 |
| Petunjuk Hidup Baru | : 1 Petrus 1:14-15 |
Tujuan:
1. Jemaat memahami arti sebuah kesaksian
2. Jemaat menjadikan hidupnya sebagai alat kesaksian Kristus
Pemahaman Teks
Mazmur 16:1-11 menjelaskan bahwa Tuhan memberikan kebahagiaan bagi setiap orang yang mempercayakan diri kepada-Nya”. Hal ini terungkap oleh karena pemazmur menyadari bahwa kehidupan pemazmur hanyalah pemberian Tuhan. Keberadaan pemazmur bukan karena kehebatan dan kepintarannya, tetapi karena Tuhan yang memberikan-Nya. Karena itu semua keberadaan pemazmur hendaknya digunakan untuk hidup bersaksi demi kemuliaan Allah.
Kisah Para Rasul 2:22-32 menjelaskan tentang keberadaan Petrus yang tidak lagi memiliki keraguan bersaksi dan berkhotbah menguraikan bahwa Yesus adalah benar-benar Tuhan. Setelah mendengar khotbah Petrus, orang-orang terharu. Getaran rasa haru yang mereka rasakan membuat mereka percaya dan memberikan diri mereka untuk dibaptis.
1 Petrus 1:3-12 menguraikan tentang Kristus yang telah mengurbankan kehidupanNya untuk menyelamatkan orang percaya. Karena itu kehidupan orang percaya hendaknya selalu berada dalam kekudusan sambil hidup dalam pengharapan, iman kepada Kristus dengan menyatakan kasih dalam kehidupannya.
Yohanes 20:19-29 mengisahkan tentang keberadaan murid-murid yang sedang berada dalam ketakutan sehingga mereka berkumpul dalam sebuah ruangan yang tertutup (ay. 19). Namun Yesus tiba-tiba muncul dalam ruang mereka yang terkunci. Kecuali Tomas, semua murid mengalami kuasa kebangkitan Kristus yakni damai sejahtera dan sukacita yang melenyapkan kekecewaan dan keraguan serta ketakutan mereka karena hal yang diragukan dalam waktu dua malam, ternyata tidak seperti yang mereka pikirkan.
Korelasi bacaan: Pemazmur bersaksi tentang kebahagiaan orang yang mempercayakan hidupnya kepada Allah, seperti Petrus yang berani bersaksi bahwa Yesus adalah Tuhan yang telah menyelamatkan orang percaya. Dengan kebangkitan Kristus murid-murid yang sebelumnya takut akhirnya berani bersaksi.
Garis besar khotbah
- Kisah Para Rasul 2:22-36 adalah khotbah Petrus yang merupakan kesaksian perdana para murid mengenai Yesus. Petrus dimampukan oleh Roh Kudus ketika tampil menyampaikan khotbahnya. Jika sebelumnya mereka pergi mendampingi Yesus dalam sejumlah pelayanan, maka sekarang mereka akan pergi bersaksi tentang Yesus tanpa Yesus. Modal mereka untuk pergi bersaksi adalah Roh Kudus yang akan memberi kekuatan kepada mereka ketika menghadapi rintangan saat sedang bersaksi. Mereka akan pergi bersaksi kepada semua orang tentang Kristus bahwa kebangkitan Kristus benar terjadi sesuai kitab para nabi, dan mereka adalah saksi hidup dari semua peristiwa itu.
- Petrus yang adalah orang Yahudi, juga pernah menyangkal Yesus. Namun kini ia telah berubah menjadi seorang yang sangat militan karena Yesus yang sebelumnya ia sangkali, telah nyata bangkit dari kematian. Ia telah sepenuhnya menerima Yesus sebagai Mesias, bahkan dengan terus terang mengungkapkan Yesus adalah Anak Daud yang telah dinubuatkan para nabi dan yang telah dijanjikan dari Allah (Kis.2:29-30). Petrus menegaskan bahwa mereka adalah saksi hidup atas semua yang terjadi pada Yesus, termasuk kebangkitan-Nya hingga Dia ditinggikan oleh Allah dalam Kerajaan-Nya dan memberikan Roh KudusNya kepada para murid (ay.32-33).
- Petrus menegaskan bahwa Yesus adalah yang diutus Allah untuk menebus manusia. Pengenalan ini meyakinkan Petrus, bahwa bersama dengan Tuhan akan beroleh sukacita. Hal itulah yang digambarkan dalam Mazmur 16:8-9 bahwa “betapa indahnya hidup bersama dengan Tuhan”. Dengan kisah ini kita diyakinkan bahwa Tuhan tidak akan membiarkan mereka yang percaya berada dalam keraguan dan ketakutan. Itu sebabnya Ia memberikan Roh Kudus untuk meyakinkan para murid pergi memberitakan tentang Yesus yang bangkit.
- Pokok-pokok pengembangan khotbah
- Hanya dengan kekuatan Roh Kudus Petrus berani bersaksi tentang Yesus. Bahkan hanya dengan kekuatan Roh Kudus sehingga orang-orang yang mendengar khotbah Petrus menyesali perbuatannya terhadap Yesus sehingga langsung memberi respons kepada Petrus bahwa “Apakah yang harus kami perbuat?”. Menjawab pertanyaan itu, Petrus berkata kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus”.
- Bersaksi tentang Yesus bukanlah perkara yang mudah, karena rintangan dan ancaman dalam konteks pelayanan seringkali memberi kerumitan. Kita dapat belajar dari kisah pelayanan Petrus dan rasul-rasul lainnya yang juga sering mendapat penolakan bahkan penganiayaan dan kematian karena Injil.
- Pertobatan untuk menjadi orang benar hanya dimungkinkan terjadi jika seseorang membuka hati lalu mengosongkan hidupnya dalam sebuah kerendahan hati dan memberi kesempatan kepada Roh Kudus untuk masuk berkarya dalam kehidupannya. Dengan cara ini seseorang hendak menunjukkan bahwa mengandalkan kekuatan dan kemampuan diri sendiri tidak akan menghasilkan apa-apa, karena hanya dengan Roh Kudus seseorang akan mengarahkan hidupnya dalam sebuah kehidupan yang benar. Dengan mengandalkan peran Roh Kudus, para murid Yesus pun mampu dan berani melanjutkan pelayanan Yesus. Roh kudus telah masuk dalam diri dan kehidupan para Rasul, yang selanjutnya memberi semangat dan keberanian pergi menyatakan berita kebenaran.
- Para rasul telah pergi menjadikan hidupnya sebagai pemberita kebenaran tentang Yesus dengan mengandalkan kuasa Roh Kudus. Lalu bagaimana dengan kita yang disebut sebagai orang percaya? Tugas seperti apa yang harus kita lakukan dan lanjutkan dari para rasul? Belajar dari para rasul, maka tugas gereja (orang percaya) selanjutnya adalah pemberitaan Injil, yakni pergi melanjutkan misi pelayanan sebagaimana yang pernah dilakukan oleh para murid.
- Gereja yang disebut sebagai orang percaya adalah murid Kristus yang diberi tanggung jawab untuk wajib melanjutkan pelayanan Yesus. Gereja yang pasif dan tidak memberitakan Injil itu bukanlah gereja karena tugas utama gereja adalah pemberitaan Injil. Dengan demikian, seorang pengikut Kristus diharapkan mampu mempersaksikan imannya melalui perkataan dan tindakannya terhadap semua orang sebagai bentuk pekabaran Injil.
- Arah kesaksian kita selaku orang yang percaya baik secara pribadi maupun secara lembaga adalah menjadi saksi bagi segala perbuatan Kristus kepada semua orang mengenai Yesus yang telah bangkit. Kita berharap bahwa melalui kesaksian dan cara hidup kita, mereka yang kita jumpai akan semakin mengenal Kristus lebih dalam hingga mereka pun berkata “Apakah yang harus kami perbuat?”.
- Menjadi saksi Kristus adalah panggilan bagi setiap orang percaya. Hal utama yang perlu kita lakukan adalah memberi kesempatan kepada Roh Kudus untuk menguasai kehidupan kita, karena hanya oleh Roh Kuduslah kita mampu bekerja menjadi saksi yang efektif dalam berbagai lingkungan yang kita hadapi.
Diposting tanggal 15 Apr 2020
