Selasa, 10 Juli 2018 2 Samuel 5:11-16 BUAH KETAATAN
Selasa, 10 Juli 2018 2 Samuel 5:11-16
BUAH KETAATAN
Sejak kecil kita dididik untuk menjadi pribadi yang taat. Namun untuk menjadi pribadi yang taat tidaklah mudah. Sebuah ketaatan akan sangat bernilai pada saatnya. Banyak orang diberi kepercayaan untuk mengerjakan sesuatu yang besar pertama-tama bukan hanya karena kompetensi atau keahlian melainkan karena karakter ketaatannya, disiplin apalagi jika disertai dengan kejujuran dan kesetiaan. Tuhan Yesus menasihatkan bahwa “barang siapa setia dalam perkara kecil, kepadanya akan dipercayakan hal-hal yang lebih besar lagi” (band. Mat. 25:23). Ternyata kesetiaan itu sangat bernilai tinggi, apalagi kesetiaan dihadapan Allah pastinya sangat dihargai oleh Tuhan.
Daud termasuk orang yang setia kepada perintah Tuhan sehingga kesetiaan dan ketaatannya itu dihargai oleh Allah. Setelah ia merebut kota Yerusalem, Tuhan memakai Hiram, raja negeri Tirus untuk membantu Daud dalam membangun istana di Yerusalem. Semua yang dibutuhkan seperti kayu alas, tukang kayu dan tukang batu dikirim oleh raja negeri Tirus itu. Daud menyadari bahwa itu bukan karena siapa-siapa termasuk bukan dia, melainkan karena kuasa Tuhan sendiri. Daud sadar bahwa Tuhan telah menegakkan dia sebagai raja atas Israel dan telah mengangkat martabat pemerintahannya (ayat 13). Buah ketaatan Daud kepada Tuhan bukan hanya berupa bangunan istana yang megah, tetapi juga kepadanya diberikan keluarga, istri dan anak-anak baik laki-laki maupun perempuan (ayat 13-16).
Setiap bentuk ketaatan kita kapada kehendak Tuhan tidak akan sia-sia. Ketaatan kita dalam mengangkat pelayanan walaupun berat dan sukar, namun itu tidak sia-sia di mata Tuhan. Memang benar bahwa ketaatan dan kesetiaan itu membutuhkan pengorbanan. Akan tetapi harga yang harus dibayar untuk sebuah ketaatan tidak akan sia-sia…tetaplah setia walau itu sukar.
Diposting tanggal 08 Jul 2018
