Menderita Karena Kristen (Wahyu 2:8-11)

Smirna adalah salah satu kota termakmur di Asia Kecil dan mendapat nama "metropolis". Di kota ini terdapat orang Yahudi dalam jumlah dan kekuatan yang luar biasa. Permusuhan mereka yang pahit terhadap Gereja Kristen tampak bukan saja dalam surat ini, tetapi juga dalam surat Ignatius kepada orang-orang di Smirna.
Jemaat Smirna akan diuji, karena itu perlu diingatkan bahwa Juruslamat mereka adalah Tuhan. Disini terlihat perbedaan orang Kristen Smirna dengan kekayaan material dan kemiskinan rohani orang-orang di Laodikia. Orang Kristen Smirna melaporkan bahwa orang Yahudi bersama orang-orang kafir berteriak-teriak untuk kematian Polikarpus. Polikarpus, Uskup Smirna mati sebagai martir. Dia dibakar hidup-hidup pada hari sabtu, 23 februari 155M karena menolak menyembah kepada Kaisar, apa lagi mengakui dia sebagai Tuhan. Dengan tegas Polikarpus menjawab "Delapan puluh tahun aku telah melayani Tuhan dan Dia tidak pernah melakukan kesalahan apapun kepadaku, bagaimana aku dapat menghujat Rajaku yang menyelamatkan aku?" Sebenarnya Polikarpus dapat melarikan diri, namun ia telah mendapat penglihatan melalui mimpi yaitu, bantal yang ia tiduri terbakar. Setelah terbangun ia mengatakan kepada murid-muridnya "aku harus dibakar hidup-hidup".
Kata-kata Polikarpus hendaknya menjadi komitmen kita orang Kristen untuk tidak takut sekalipun nyawa taruhannya. Karena Yesus begitu baik kepada kita, maka janganlah pernah menyangkal Dia, sebab Dia adalah Tuhan dan Juruselamat kita. Amin
Diposting tanggal 29 Sep 2016
