Bahan Khotbah Minggu Ke-47 Tanggal 22 November 2020 Akhir Kalender Gerejawi GEMBALA YANG DITETAPKAN ALLAH To Mangkambi’ tu napamanassa Puang Matua

Bahan Khotbah Minggu Ke-47 Tanggal 22 November  2020 Akhir Kalender Gerejawi
GEMBALA YANG DITETAPKAN ALLAH
To Mangkambi’ tu napamanassa Puang Matua

Bacaan Mazmur : Mazmur 95:1-11
Bacaan 1   : Yehezkiel 34:11-24 (Bahan Utama)
Bacaan 2   : Efesus 1:15-23
Bacaan 3 : Matius 25:31-46
Nas Persembahan   : Mazmur 95:2-3
Petunjuk Hidup Baru : Mazmur 79:13

Tujuan:

  1. Jemaat memahami bahwa Allah telah menetapkan Kristus sebagai Gembala atas jemaat-Nya
  2. Jemaat mempercayakan hidupnya untuk digembalakan oleh Yesus

Pemahaman Teks
Dalam Mazmur 95, pemazmur mengajak umat percaya untuk menghormati TUHAN dan taat kepada-Nya sebab kuasa-Nya dahsyat mengatasi segala allah (Maz. 95:3), Dia Pencipta dan menguasai segala ciptaan (Maz. 95:4-6). Ajakan pemazmur untuk menyembah TUHAN, bukan hanya merupakan alasan gagasan teologis belaka karena TUHAN itu disimbolkan sebagai gunung batu keselamatan (Maz. 95:1), tetapi juga karena alasan experience (pengalaman riil, konkret dan faktual) TUHAN hadir menggembalakan umat Israel keluar dari Mesir (Maz. 95:7-11). Dia memimpin, menuntun dan membimbing. Pengalaman bersama antara umat sebagai domba dengan TUHAN sebagai Gembala bagi kita kawanan domba tuntunan-Nya (Maz. 95:7). Bahkan di masa sulitpun nyata kasih dan kuasa TUHAN menggembalakan umat-Nya, misalnya kejadian di padang gurun, kisah di Meriba dan di Masa (Maz. 95:8-9, bnd Kel. 17:7).

Dalam Yehezkiel 34:11-24 dikisahkan kondisi bangsa Israel saat dibuang ke Babel pada tahun 597 sM. Pada masa itulah Yehezkiel tampil sebagai nabi menyuarakan kehendak TUHAN (bnd. Yeh. 1:1-3, bnd. 1 Taw. 24:16). Penyebab bangsa Israel mengalami pembuangan, ialah karena kegagalan pemimpin formal: para raja, imam dan nabi menggembalakan bangsa Israel, khususnya dalam hal membangun moralitas dan spiritualitas umat (Yeh. 34:2b-4). Karena itu dalam Yehezkiel 34:11-24 ditegaskan, bahwa TUHAN adalah Gembala Yang Baik. Dia membebaskan bangsa Israel dari Mesir, lalu menuntun masuk ke Kanaan, mencari domba-domba yang tercerai berai dari berbagai tempat, menyelamatkan, mengumpulkan dan menuntun mereka ke padang rumput (Yeh. 34:11-15). Yehezkiel menegaskan tentang kehadiran TUHAN sebagai Gembala Yang Baik, yaitu Dia begitu peduli (care), menolong dan memproteksi hidup domba: yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya (Yeh.34:16). Kisah Tuhan menggembalakan umat digambarkan oleh Yehezkiel sebagai pengalaman riil, konkret dan fakta. TUHAN pun tampil sebagai Hakim di antara domba-domba agar mereka diproteksi untuk hidup dalam ketaatan (Yeh. 34:17, 20). Khusus Yeh.34:23-24 dapat disebutkan sebagai nubuat bagi kedatangan Mesias. Hal itu digenapi di dalam diri Yesus Kristus tentang kehadiran TUHAN sebagai Gembala Yang baik, Yesus Kristus sang Mesias keturunan Daud (Mzm.89:5,21,30; Yer.23:5-6). Nubuat tersebut menegaskan, bahwa Allah sendiri berkenan memilih dan menetapkan Yesus Kristus menjadi Gembala Yang Baik (bnd. Yoh. 10:11, 14; Ef. 1:20; Wah. 7:17).

Kuasa Allah di dalam diri Yesus Kristus, juga dijelaskan dalam Efesus 1:15-23. Paulus memuji iman jemaat Efesus yang benar, konsisten dan teguh kepada Tuhan Yesus. Mereka terus hidup dalam kasih dan mengucap syukur (Ef. 1:15-16). Paulus mengingatkan jemaat di Efesus tidak perlu takut dan kuatir menghadapi apapun juga (Ef. 1:19-22), sebab Yesus berkuasa bukan hanya di dunia ini saja, tetapi juga di sorga dan menjadi Kepala dari segala yang ada (bnd. Mzm. 8:7; Kol. 1:18).  

Kehadiran TUHAN sebagai Gembala Yang Baik diwujudkan dalam salah satu fungsinya sebagai Hakim, yakni untuk memproteksi domba tetap taat dan setia (Yeh. 34:17, 20). Hal itupun ditegaskan dalam Matius 25:32-33, bahwa Yesus merupakan utusan Allah, yang dipilih dan ditetapkan oleh Allah sendiri untuk menggembalakan umat. Dia akan memisahkan umat yang berkarakter domba dan umat yang berkarakter kambing. Yesus menjelaskan itu dalam bentuk perumpamaan tentang domba dan kambing (Mat. 25:35-45). Dia akan menempatkan domba di sebelah kanan-Nya dan kambing di sebelah kiri-Nya (ay. 33). Umat yang berkarakter domba yaitu mereka yang punya hati untuk peduli (care) dan rasa empati kepada orang yang lapar, haus, orang asing, telanjang, sakit dan dalam penjara. Orang seperti itu menunjukkan ketaatan dan kesetiaan kepada Yesus, sehingga Raja berkata: “kalian  yang sudah diberkati Bapaku, warisilah Kerajaan yang disiapkan bagi kalian sejak dunia dijadikan” (Mat. 25:34). Sedangkan umat yang berkarakter kambing yaitu, mereka yang tidak punya hati untuk peduli dan rasa empati kepada orang yang lapar, haus, orang asing, telanjang, sakit dan dalam penjara, akhirnya beroleh hukuman (ay.41-43).

Korelasi Bacaan
Kehadiran gembala dalam membimbing dan menuntun umat sebagai domba, sangat urgen bagi pertumbuhan iman dan kedisiplinan spiritualitas umat. Semua bacaan di atas menegaskan hubungan yang sangat erat tenatang kahadiran TUHAN sebagai Gembala Yang Baik menggembalakan umat Israel, merupakan pengalaman rohani yang riil, konkret dan faktual menuntun bangsa Israel keluar dari Mesir. Gembala yang peduli, perhatian, penuh kasih, merangkul dan memulihkan (Yeh. 34:16). Sekaligus menegaskan kehendak ALLAH memilih dan menetapkan Yesus sebagai Gembala Yang Baik (bnd. Yeh. 34:23-24; Yoh. 10:11,14; Ef. 1:20). Salah satu fungsi Gembala yang nyata dalam Yesus Kristus yaitu menjadi Hakim antara domba dan kambing (Yeh. 34:17; Mat. 25:32-33).

Pokok-pokok pengembangan khotbah
Pekerjaan gembala bukanlah hal yang mudah. Dalam perspektif kebudayaan, aktivitas gembala itu sangat menantang, berbahaya dan bisa mengancam nyawa. Ketika domba menghadapi ancaman binatang buas dan berbisa, atau dari penjahat (perampok), maka gembala diperhadapkan kepada pilihan: apakah gembala mau melindungi dombanya dari binatang buas dan berbisa atau perampok, dengan konsekuensi taruhan nyawa atau kematian, atau gembala membiarkan domba itu mati asal dia selamat? Jika anda diposisi gembala, maka jujur sebagai manusia pasti anda memilih menyelamatkan diri sendiri dari pada harus berkorban nyawa hanya demi domba-domba. Gembala upahan pun melakukan hal yang sama: "...ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu" (Yoh. 10:12). Sikap gembala seperti itu sangat kontras dengan sikap Yesus sebagai Gembala Yang Baik karena Dia peduli, penuh kasih, rasa empati dan mengalami derita domba-domba (Yeh. 34:16 dan Mat. 25: 34-36). Bahkan Dia rela memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya (Yoh. 10:11). Hal itu nyata dalam karya penyelamatan di kayu salib (Fil. 2:8). Sebagai Gembala Yang Baik, maka totalitas sikap Yesus menjadi sangat ideal untuk menjadi contoh dan teladan (role model) bagi umat percaya.   

Yehezkiel 34:1-31 menggambarkan sangat kontras antara karakter gembala jahat (para raja, nabi palsu, imam dan para pemimpin Israel) versus karakter Gembala Yang Baik. Gembala yang jahat itu membiarkan umat yang lemah, sakit, tersesat dan yang hilang, malah sebaliknya mereka diinjak-injak dengan kekerasan dan kekejaman (Yeh. 34:4). Karakter gembala yang jahat itu serakah, egois, semena-mena, tidak punya rasa peduli (care) dan empati kepada domba, bahkan tidak bertanggung jawab (Yeh. 34:2b). TUHAN tidak senang dengan watak gembala jahat. Itu sebabnya ALLAH akan melawan gembala-gembala itu (Yeh. 34:10), lalu TUHAN sendiri akan tampil menjadi Gembala Yang Baik bagi umat-Nya (Yeh. 34:11-15).

Tuhan menegaskan bahwa Dia adalah Gembala yang baik bagi domba-domaba-Nya (Yeh. 34:16). Umat sebagai domba akan diperhatikan, dilayani dan dijaga. Kehadiran Tuhan menjadi Gembala Yang Baik memberi pengaruh luar biasa baiknya kepada domaba-domba. Ia menggembalakan umat Allah sebagai imam, nabi dan raja yang benar. Kehadiran Gembala Yang Baik dalam uraian nabi Yehezkiel menjadi nyata dalam diri dan pelayanan Yesus Kristus yang rela berkorban bagi domba-dombanya (Yoh. 10:11). Bahkan Yesus menegaskan, bahwa Dialah Gembala Yang Baik (Yoh. 10:11, 14-15). Dia juga telah dipilih dan ditetapkan Allah menjadi penguasa dan Kepala segala yang ada (Ef. 1:22, bnd. Maz. 8:7; Kol. 1:18). Bahkan ditegaskan bahwa Yesus adalah Gembala Agung segala domba (Ibr. 13:20 bnd. 1 Pet. 5:4). Gembala Yang Baik adalah Tuhan sendiri. Dia membimbing, menuntun, memelihara dan menjaga umat-Nya. Gembala Yang Baik itu penuh kasih, peduli, memelihara, memproteksi dan memberi keselamatan bagi domba-dombaNya. Alasan mempercayakan diri dan hidup kita untuk digembalakan oleh TUHAN di dalam Yesus sebagai Gembala Yang Baik, yaitu:

a.   Domba-domba itu sangat berharga

Gembala yang baik selalu memposisikan domba-dombanya itu sangat berharga baginya. Karena itu ketika ada satu saja yang hilang, maka ia gelisah dan segera mencarinya sampai menemukannya. Prinsip inilah yang dimiliki oleh Yesus sebagai Gembala Yang Baik atas kita umat-Nya sebagai domba-domba-Nya (bnd. Yeh. 34:12-13, 16; Mat. 18:112-14; Luk 15:4-7; Mat. 15:24). Ayat-ayat tersebut menegaskan bahwa di mata dan di hati Yesus, kita ini sangat berharga. Karena itulah Yesus proaktif mencari kita umat-Nya, bahkan sudah menyelamatkan kita melalui karya salib.

b.   Memberi makanan rohani bagi domba

Yesus sebagai Gembala Yang Baik sudah membuktikan pada kita umat manusia bahwa Dia sanggup memberikan makanan rohani dan minuman rohani yang segar bagi kita. Hal itu nyata dalam ajaran gereja tentang perjamuan kudus bagi kita, tubuh dan darah Yesus yang disimbolkan dengan roti dan anggur menjadi makanan dan minuman yang menyelamatkan kita. TUHAN menuntun kita ke padang rumput yang baik nan hijau (Yeh. 34:14-15; bnd Maz 23:2-3). Itu artinya TUHAN memberi makanan rohani bagi kita.

c.   Perhatian (care) dan kasih-Nya sempurna 

Sebagai Gembala yang Baik, Yesus memberikan hidup-Nya secara total untuk melayani umat manusia. Dia penuh perhatian (care) bagi domba-domba-Nya, bahkan kasih-Nya total dan sempurna sehingga Dia rela mengorbankan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya (bnd. Yeh. 34:16 dan Yoh. 10:11, 15). Dia sungguh memberi perlindungan dan perhatian. Fokus perhatian Gembala Yang Baik dalam Yeh.34:16 sama dengan fokus perhatian Yesus sebagai Gembala Yang Baik dalam Mat. 25: 35-36, yaitu pelayanan kasih kepada orang-orang susah, sakit, lapar, haus, telanjang, dsb agar terus kita lakukan dengan kasih yang tulus. Kalau hal-hal demikian terus dilakukan, maka bagi Yesus itu sama dengan melakukan pelayanan untuk Yesus (Mat. 25:40). Hal itu sangat disukai dan diberkati oleh Allah dan berhak masuk kerajaan sorga (Mat. 25:34).

d.   Dia menjalankan fungsi hakim

Umat Israel telah kehilangan figur teladan, karena para pemimpin, para raja, imam dan nabi pada masa itu tidak menjadi gembala yang baik, sebaliknya menindas dan mengeksploitasi mereka (Yeh.34:3, 18-19). Oleh karena itu TUHAN tampil menjadi Hakim untuk memisahkan domba yang taat dan kambing yang tidak taat (Yeh.34:17, 20). TUHAN menggangkat dan menetapkan Yesus (keturunan Daud) menjadi Gembala Yang Baik dan menjadi Hakim atas umat-Nya (Mat.25:32-33), ini menunjukkan otoritas kuasa Yesus (Ef. 1:20-22).

Aplikasi: Dalam masyarakat Toraja, aktivitas gembala itu biasa dihubungkan dengan kerbau (tedong) sebagai hewan gembalaan, karena di Toraja tidak ada domba. Tedong ada yang baik, saking baiknya biasa disuap oleh gembala ketika diberi makan, bahkan ketika disuap, tangan gembala itu bisa dimasukkan ke dalam mulut kerbau. Tetapi ada juga tedong yang ma’burru’-burru’, siapa pun bisa jadi korbannya termasuk gembalanya sendiri. Ironis hubungan gembala dan kerbau (tedong gembalaan) di Toraja, karena kadang pula kerbau dieksploitasi untuk kepentingan gembala lewat judi adu kerbau. Hal ini bisa merusak mental dan moral anak-anak dan masyarakat untuk berpikir spekulatif. Hubungan seperti ini bersifat eksploitatif, sama dengan perilaku gembala-gembala jahat yang disoroti Yehezkiel (Yeh. 34:3, 18-19). Hal yang sangat kontras dengan posisi Yesus sebagai Gembala Yang Baik, menjalin hubungan yang sangat intim, penuh cinta kasih kepada domba-domba-Nya, bahkan Dia rela mengorbankan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya (Yoh.10:14-15). Amin

 


Diposting tanggal 16 Nov 2020

Daftar Artikel

Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidu.....

Selengkapnya ..

"Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang? Menabrak-nabrak tak tentu arah, .....

Selengkapnya ..

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang membuat lompatannya tidak seja.....

Selengkapnya ..

Delik pernikahan memang tidak sesempit masalah pemberkatan nikah ulang (remarriage). Hal memilih pas.....

Selengkapnya ..

Wahai patung pualam, hidup ini sungguh tidak adil. Benar-benar tidak adil! Mengapa orang-orang dari .....

Selengkapnya ..

Jika anda berusaha menyenangkan semua orang, bisa jadi anda tak akan dapat menyenangkan siapa pun......

Selengkapnya ..

Seorang ayah dan anaknya serta teman anaknya pergi berlayar ke samudra Pasifik, dia memulai, ketika .....

Selengkapnya ..

Pernahkah Anda kecewa dalam pelayanan Tuhan? Apa yang membuat Anda kecewa? Ya.... mungkin Anda kecew.....

Selengkapnya ..

Pemuda punya semangat dan idealisme, itu bagus dan harus dijempol. Pemuda punya optimisme, itu juga .....

Selengkapnya ..

Hal pertama yang segera memaksa saya mengernyitkan kening ketika berhadapan topik ini adalah pilihan.....

Selengkapnya ..

Dewasa ini berkembang optimisme bahwa problematika perjumpaan sains dan teologia tidak hanya melulu .....

Selengkapnya ..

Dan tekad itu barulah mendapatkan bentuk politiknya sebagai suatu bangsa yang merdeka pada tanggal 1.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...