Jumat, 7 Februari 2020 Yesaya 29:1-8 PENGHUKUMAN DAN KESELAMATAN Ukungan na Kasalamaran
Jumat, 7 Februari 2020 Yesaya 29:1-8
PENGHUKUMAN DAN KESELAMATAN
Ukungan na Kasalamaran
"Ariel" adalah sebutan bagi Yerusalem yang memiliki arti harfiah "singa Allah". "Celakalah Ariel ..." (ay.1). Pemakaian nama "Ariel" di sini memiliki dua makna. Jika dikaitkan dengan mezbah korban bakaran di Bait Allah, maka Yerusalem dimaknai sebagai "tempat Allah tinggal di tengah umat-Nya". Namun jika dikaitkan dengan "kota tempat Daud berkemah", maka Yerusalem dimaknai sebagai "pusat kepemimpinan Israel, bahwa Allah telah memilih Daud sebagai raja bagi Israel".
Yesaya berseru: "Celakalah Ariel ..." Ini menunjukkan bahwa kota Daud yang merupakan pusat ibadah Yehuda, tidak akan luput dari murka Tuhan. Semula Ariel adalah nama mezbah korban bakaran di Bait Allah. Namun secara ironis, nama Ariel digunakan dalam makna "seperti perapian yang akan menghukum umat-Nya" (ay.2). Kota Yerusalem akan dikepung dari segala penjuru, sehingga tidak ada celah sedikit pun untuk melarikan diri. Situasi pengepungan digambarkan dengan arwah-arwah yang sudah tidak berdaya, yang terkurung dalam debu. Para penduduk yang terkepung hidup menderita. Yerusalem yang congkak (bnd.Yes. 28:14), pada saat itu akan benar-benar direndahkan. Yerusalem yang tadinya tempat kediaman Daud yang sangat megah pada saat itu akan benar-benar celaka. Musuh, yakni Asyur, akan datang melawan Yerusalem (ay.5), seperti "debu halus" yang menyerang kota dan membuat seisi kota lumpuh.
Namun badai pasir itu tidak berlangsung lama karena akan segera hilang lenyap. Ditengah penghukuman yang sedang berlangsung itulah, Allah hadir melawat umat-Nya. Penghukuman merupakan tindakan Allah yang adil. Jika yang dihukum sadar maka Tuhan pun akan mengingat dia dan memberikan keselamatan.
Diposting tanggal 29 Jan 2020
