Bahan Khotbah Minggu ke-4 Tanggal 26 Januari 2020 ERAT BERSATU DALAM KRISTUS Manda’ Lan Kasiturusan Sisola Kristus
Bahan Khotbah Minggu ke-4 Tanggal 26 Januari 2020
ERAT BERSATU DALAM KRISTUS
Manda’ Lan Kasiturusan Sisola Kristus
| Bacaan Mazmur | : Mazmur 27:1-6 |
| Bacaan 1 | : Yesaya 9:1-6 |
| Bacaan 2 | : 1 Korintus 1:10-17 (Bahan Utama) |
| Bacaan 3 | : Matius 4:12-25 |
| Nas Persembahan | : Mazmur 106:1 |
| Petunjuk Hidup Baru | : 1 Korintus 1:10 |
Tujuan:
1. Jemaat memahami bagaimana hidup dalam persekutuan bersama Kristus
2. Jemaat memelihara dan mempraktekan hidup kesatuan dalam kehidupan keseharian
Pemahaman Teks
Mazmur 27:1-14 menggambarkan suasana batin yang di tulis oleh Daud saat mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Dalam keadaan seperti itu Daud berkata, “TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?” (ay. 1). Daud percaya bahwa ia akan mengalami kebaikan Tuhan dalam hidupnya (ay. 13). Ia yakin bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan dalam situasi apapun.
Yesaya 9:1-6 menjelaskan bahwa di tengah-tengah ketidakberdayaan, Yesaya menubuatkan akan datang-Nya penolong yang akan memberikan terang kepada setiap manusia. Pesan ini disampaikan pada bangsa Israel yang sedang berada di ambang kehancuran karena mereka di bawah penaklukan Asyur sebagai akibat dari dosa mereka sendiri.
1 Korintus 1:10-17 menceriterakan adanya perpecahan dalam jemaat di Korintus. Paulus tidak menginginkan adanya perpecahan di dalam kehidupan jemaat. Itu sebabnya penting menjadikan Kristus sebagai kekuatan yang mempersatukan dan bukan memecah-belah persekutuan. Dalam Kristus keutuhan persekutuan dapat dipelihara.
Matius 4:12-25 menceriterakan tentang kisah Yesus yang berkeliling di seluruh Galilea dengan menyerukan pertobatan, katanya: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat”(ay.17). Ia mengajar di rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit. Kehadiran Yesus di daerah Galilea membuka mata bagi banyak orang bahwa Sang terang itu telah hadir di antara mereka. Yesuslah kegenapan janji Allah tentang terang yang memberi pengampunan, kebenaran dan jalan kehidupan. Kehadiran Yesus Sang Terang telah menyinari hati mereka yang tinggal di dalam kegelapan. Selain mewartakan Injil Kerajaan Allah, Yesus juga menyembuhkan banyak orang dari sakit penyakit, sehingga pewartaan Yesus semakin tersiar ke mana-mana (ay.23)
Korelasi seluruh bacaan adalah gambaran tentang Tuhan sebagai sumber pertolongan yang menerangi, membebaskan, mengampuni dan memberi kekuatan serta mempersatukan umat-Nya.
Garis besar Khotbah
- 1 Korintus 1:10-17 memberi gambaran pentingnya merawat kesatuan dalam Kristus. Karena itu Rasul Paulus mengucap syukur dan menegaskan bahwa jemaat Korintus adalah jemaat yang kaya dalam segala hal, baik dalam perkataan maupun pengetahuan, dan "tidak kekurangan satu karunia pun". Paulus menegaskan bahwa jika tetap memperkuat persatuan dan persekutuan dalam Kristus maka setiap pribadi akan dimampukan saling mengampuni, saling menyembuhkan serta saling peduli satu dengan yang lain seperti Kristus yang telah membawa sukacita kepada mereka yang sakit menjadi sembuh (bdk.Mat.4:23)
- Untuk memelihara kesatuan sebagai tubuh Kristus, rasul Paulus menasihatkan dengan tegas agar jemaat seia sekata dan sehati sepikir (ay. 10), bahwa Kristus harus menjadi yang terutama. Dengan demikian, semua orang dapat menjadi saksi Kristus dengan cara merawat kesatuan melalui cara hidup bersekutu, bersaksi dan melayani. Di dalam semua bentuk pelayanan tersebut, hanya nama Kristus yang hendaknya di muliakan.
- Persekutuan dalam jemaat hendaknya menjadi persekutuan yang dapat membangun kehidupan sesama. Karena itu Paulus memberikan nasihat supaya bersatu dalam Kristus (ay.10). Orang Kristen adalah persekutuan yang menyerukan nama Yesus. Karena Yesuslah, orang percaya memanggil yang lain sebagai saudara seiman (ay.11). Dengan menyebut saudara seiman maka Paulus hendak mengajarkan, bahwa persaudaraan dalam Kristus tidak akan dapat dibatalkan oleh apapun juga, termasuk oleh perbedaan pendapat di antara mereka.
- Persekutuan dalam Kristus adalah sebuah persekutuan yang harus membawa harapan bagi orang lain. Kehadirannya diharapkan mampu membuat sepersekutuan bangkit dari kegelapan lalu melihat terang berupa harapan-harapan besar dalam hidupnya (bdk.Yes.9:1). Karena itu, anggota persekutuan hendaknya erat bersatu serta berupaya mematahkan segala persoalan hidup yang selalu menekan sesama dalam persekutuan (bdk.Yes.9:3). Anggota persekutuan hendaknya saling menopang dan saling menguatkan dalam berbagai hal seperti Kristus yang telah membawa harapan besar bagi banyak orang dalam hidupnya (bdk. Mat.4:23)
Pokok-Pokok khotbah yang dapat dikembangkan
- Kristus menghendaki hidup kita untuk selalu memelihara hidup rukun melalui persekutuan yang erat sebagai sesama anggota tubuh Kristus. Bersekutu berarti membangun hubungan baik yang mewujudkan kesehatian serta saling menopang satu dengan yang lain sehingga terpeliharalah kesatuan yang utuh dan tidak terpecah-pecah. Kita harus memusatkan kasih dan kesetiaan kita kepada Kristus dan firman-Nya dan bukan pada orang-orang tertentu saja.
- Persekutuan dalam Kristus barulah berarti ketika sesama anggota dalam jemaat mampu menjadikan dirinya sebagai alat pemberita dan pembawa damai sejahtera terhadap sesama. Hal ini wajib dalam kekristenan karena kekristenan di bangun dengan dua sisi yaitu pengajaran dan praktek/tindakan. Misalnya mengajarkan pengampunan lalu menghidupi pengampunan, mengajarkan kasih dan menghidupi kasih, serta mengajarkan kepedulian lalu menghidupi kepedulian, dll. Karena itu kehidupan yang harus kita upayakan adalah terciptanya kehidupan yang saling memberi “damai sejahtera”. Membawa damai sejahtera bagi sesama termasuk ketika sesama kita tidak mampu bangkit dari ketidakberdayaan karena beban kehidupan lalu kita hadir memberi jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi (bdk.Yes.9:1-6)
- Persekutuan harus diteguhkan dengan saling menopang satu dengan yang lain dan biarlah dalam persekutuan yang kita bangun nama Kristus yang kita muliakan bukan memuliakan diri sendiri dan orang tertentu dalam jemaat.
Diposting tanggal 21 Jan 2020
