Minggu 4 Maret 2018 Mazmur 84:1-13 HASRAT
Minggu 4 Maret 2018 Mazmur 84:1-13
HASRAT
Hasrat adalah bentuk keinginan yang kuat yang muncul dari dalam diri seseorang. Wujud dari keinginan (kerinduan) ini sering terlihat dalam pribadi seseorang yang terpisah dengan orang tua, isterinya atau suaminya, anak-anaknya ataupun terpisah dengan orang-orang yang dikasihinya, karena suatu tanggung jawab yang dijalaninya. Pada saat tertentu, pribadi tersebut merindukan untuk berjumpa dengan keluarganya dan orang-orang yang dikasihinya.
Pemazmur mengalami keinginan/kerinduan yang kuat (hasrat) dan diungkapkan dengan keberadaan dirinya untuk berada dalam “Pelataran-pelataran Tuhan”. Ia mengungkapkannya dengan kuat dalam bahasa kiasan “Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; ...” (ayat 3). Selain itu, Pemazmur pun memiliki keyakinan bahwa ada kebahagiaan yang tiada taranya, ketika senantiasa memuji dan mengandalkan Tuhan, “Berbahagialah ... yang memuji-muji Engkau. Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!” (ayat 5 dan 6). Pandangan pemazmur ini semuanya lahir dari pengalaman dan keyakinannya bahwa tidak ada kekuatan lain di dunia yang setara dengan kekuatan Allah itu, “Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; ...” (ayat 12).
Mengapa harus “merindukan diam di rumah Tuhan” dan “bersandar pada kekuatan-Nya”? Tentunya kita telah memiliki pengalaman iman dalam meyakini dan mengandalkan Tuhan dengan sepenuh hati bahwa ada kebahagiaan dan berkat yang bersumber dari-Nya. Selain itu, kita pun dapat menikmati “Kebanaran Allah”, “Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, ... seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman” (Rm. 1:17). Karena itu, marilah kita selalu merindukan hadirat Tuhan dalam kehidupan ini. Amin
Diposting tanggal 26 Feb 2018
