Sabtu, 27 Oktober 2018 Nehemia 1:1-11 LUTUT YANG BERDOA
Sabtu, 27 Oktober 2018 Nehemia 1:1-11
LUTUT YANG BERDOA
Sebagai orang Kristen, apa respon anda ketika mendengar akan banyaknya gereja-gereja yang mendapatkan tekanan dari banyak pihak, ditutup, bahkan ada yang di bom?. Mungkin anda gelisah, resah dan takut? ya, itu manusiawi. Ada juga yang berkata “apara tu bisa dipogau’ na tanniaki’ polisi sia tentara?”. Tongan duka to. Tapi, apakah memang kita hanya bisa berdiam diri? inang tae’ liu raka tu apa bisa ladi pogau’ ?
Nehemia memiliki kedudukan penting di Kerajaan Persia (ay.1,11b). Dia adalah orang kepercayaan yang bertugas menyediakan anggur bagi raja. Meskipun demikian, ketika mendengar berita tentang situasi di Yerusalem, ia sangat sedih (ay.4). Karena itu, Nehemia melakukan puasa dan berdoa. Dalam doanya Nehemia mengingat akan kebesaran dan kesetiaan Tuhan (ay.5), mengakui dosanya dan dosa bangsanya (ay.6), menyatakan kembali nubuatan Tuhan kepada Musa (ay.7-10) dan meminta berkat agar Tuhan memakai dia menjadi alat pembebasan bagi bangsanya (ay.11a). Nehemia berdoa dan menyampaikannya kepada Tuhan sebab dia tahu bahwa dengan berdoa kepada Allah adalah langkah yang sangat mendasar dalam menghadapi masalah tersebut. Dengan menyampaikan permohonannya kepada Allah, ia pun semakin yakin bahwa Allah akan memberi pertolongan kepada umat-Nya
Dengan doa, Nehemia memulai segala rencananya. Ia sangat yakin bahwa dengan berharap pada Allah maka segala sesuatu yang direncanakannya akan tercapai. Lalu bagaimana dengan kita? Apakah semua yang telah kita lakukan setiap hari selalu di awali dengan doa? Apakah doa telah menjadi prioritas utama ketika kita akan merencanakan dan akan melakukan sesuatu?. Karena itu, jadikanlah pribadi kita sebagai pribadi yang selalu bertindak dengan mengandalkan kuasa Tuhan melalui doa. Terpujilah Kristus, dan tetaplah berdoa. Amin
Diposting tanggal 21 Oct 2018
