Minggu, 28 Oktober 2018 Keluaran 4:1-9 OTORITAS TUHAN
Minggu, 28 Oktober 2018 Keluaran 4:1-9
OTORITAS TUHAN
Dari dulu sampai sekarang Tuhan terus memanggil orang-orang untuk mengambil bagian dalam misi-Nya di tengah-tengah dunia ini. Namun dalam kenyataannya, setiap orang memberi respons yang berbeda-beda terhadap panggilan-Nya. Ada yang menerima dengan sukacita, ada pula yang menerima dengan terpaksa. Bahkan ada yang berusaha menolak dengan berbagai cara dan pertimbangan-pertimbangan tertentu.
Tanda-tanda yang Tuhan berikan kepada Musa adalah tanda yang akan dinyatakan kepada bangsa Israel dan di hadapan Firaun. Tanda-tanda tersebut merupakan perbuatan yang akan menyatakan bahwa Tuhan berkuasa. Melalui Musa Allah mengubah tongkat menjadi ular, serta memulihkan kondisi manusia dengan simbol tangan Musa yang menjadi najis karena kusta yang melambangkan keadaan umat Israel yang tertindas serta membutuhkan pemulihan/pembersihan dari Allah. Bahkan selanjutnya pada ayat 9 dikatakan bahwa, masih ada satu tanda lagi yang menjadi tanda pembuka tulah-tulah yang menandakan kuasa Allah atas dewa-dewi yang diandalkan Firaun, yaitu air menjadi darah. Kalau sudah demikian, jelaslah penyertaan Tuhan terhadap Musa.
Pada bagian syair PKJ 177 tertulis “Ini aku, utus aku, kudengar Engkau memanggilku. Utus aku; tuntun aku; ‘ku prihatin akan umatMu”. Lalu bagaimana dengan kita? bersediakah kita di pakai oleh Tuhan untuk melaksanakan misi-Nya di tengah-tengah dunia ini? atau apakah kita masih merasa bahwa pada diri kita tidak ada kemampuan yang cukup untuk pergi meneruskan misi Kristus?. Karena itu, tetaplah mengandalkan kuasa Tuhan bahwa segala sesuatu dapat dinyatakan kepada kita jika ia menginginkannya. Jika kita merasa tidak mampu, maka Dia pun akan memampukan kita, karena segala sesuatu dapat saja dimungkinkan olehnya, karena Dia memiliki otoritas atas hidup kita. Amin
Diposting tanggal 21 Oct 2018
