Bahan Khotbah Minggu ke-21 Tanggal 27 Mei 2018 (Minggu Penghayatan Pentakosta I) KUASA YANG MEMBARUI DAN MENYELAMATKAN (Kuasa Meba’rui Sia Mepasalama’)
Bahan Khotbah Minggu ke-21 Tanggal 27 Mei 2018
(Minggu Penghayatan Pentakosta I)
KUASA YANG MEMBARUI DAN MENYELAMATKAN
(Kuasa Meba’rui Sia Mepasalama’)
| Bacaan Mazmur | : Mazmur 29:1-11 |
| Bacaan 1 | : Yesaya 6:1- 8 |
| Bacaan 2 | : Roma 8:12-17 |
| Bacaan 3 | : Yohanes 3:1-17 (Bahan Utama) |
| Nas Persembahan | : Mazmur 29:11 |
| Petunjuk Hidup Baru | : Yohanes 3:6-17 |
Tujuan :
- Jemaat memahami bahwa Allah senantiasa membarui dan menyelamatkan.
- Jemaat senantiasa mencerminkan hidup yang dibarui
Pemahaman Leksionari
Mazmur 29:1-11, menjelaskan bahwa Tuhan itu berkuasa atas alam semesta. Kemuliaan Allah nyata melalui suara-Nya yang penuh kekuatan, dan kedahsyatan-Nya mengalahkan kedahsyatan alam semesta. Tuhan yang menebus dan memanggil manusia adalah Tuhan yang betul-betul luar biasa atas alam semesta ini. Karena itu melalui Mazmur ini, pemazmur menyatakan pujian yang bertemakan badai yang memperlihatkan kebesaran Allah. Mazmur ini dapat disebut sebagai pengakuan pemazmur dan umat Israel atas kedahsyatan Allah. Karena itu hendaknya umat mengandalkan Allah yang dahsyat itu.
Dalam Yesaya 6:1-8 digambarkan bahwa Tuhan adalah Raja yang sejati, yang bertahta dan berkuasa atas kehidupan serta berkuasa penuh atas segala sesuatu. Karena itu, setiap orang yang ditebus dan dipanggil oleh-Nya, hendaknya menyadari akan ketidaklayakannya untuk segera dimurnikan agar layak dipakai oleh Allah. Rasul Paulus menggumuli hal seperti itu sehingga di Roma 8:12-17, Paulus menjelaskan bahwa menerima Roh membuat seseorang menjadi anak. Hanya Roh Allah yang dapat membarui dan memberi hidup kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya, sehingga segala penderitaan, dimengerti sebagai alat Tuhan untuk yang layak menerima janji-janji Allah yang mulia. Itulah yang terjadi dalam Yohanes 3:1-17, yakni saat Yesus yang berkuasa dapat mengubah Nikodemus yang adalah pemimpin agama Yahudi, sehingga kerinduan Nikodemus untuk datang dan bercakap dengan Yesus menuntunnya kepada lahir baru yang adalah bukti dari kehidupan yang mengikut Yesus dalam kemuliaan.
Pemahaman Bahan Utama
Yohanes adalah murid yang sangat dikasihi oleh Yesus (Yohanes 21:20,24). Sebagai seorang murid, ia banyak menulis tentang kisah Yesus untuk meyakinkan orang percaya bahwa Yesus adalah Mesias, bahwa setiap orang yang menerima Kristus sebagai Mesias akan menerima hidup yang kekal.
Pasal 3:1-17 berbicara tentang percakapan Tuhan Yesus dengan Nikodemus. Menarik sekali sebab Nikodemus adalah seorang pemimpin agama Yahudi yang datang menyapa Yesus sebagai “Rabi” dan mengakuinya sebagai guru yang diutus Allah. Alasan Nikodemus adalah tidak seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda mujizat seperti yang dilakukan oleh Yesus (ayat 2). Nikodemus menyatakan keterbukaannya untuk mendapatkan pelayanan dari Tuhan Yesus, yakni yang kemudian menuntunnya pada sebuah pengakuan tentang Yesus (bnd.Yoh 19:39). Menurut Yesus, untuk dapat melihat kerajaan Allah, seseorang harus diperanakkan kembali, Tuhan Yesus menjelaskan bahwa jabatan, perbuatan baik dan ketaatan melakukan aturan agama atau menjadi pemimpin agama tidak cukup untuk melihat kerajaan Allah. Pertanyaan Nikodemus kepada Yesus tentang “Bagaimana orang dapat dilahirkan kembali?” (ayat 4), adalah pertanyaan yang bersifat harafiah yang hanya melihat secara fisik di sekitar kelahiran. Hal ini dapat pula menjelaskan bahwa tidak sedikit orang yang telah melihat kuasa Yesus, namun sikap hidupnya masih seperti Nikodemus yang mengenal Yesus melalui tanda-tanda mujizat semata, tetapi belum hidup secara benar dalam pengenalan yang benar kepada Kristus.
Pokok-pokok yang dapat dikembangkan
-
Percaya kepada Yesus tidak ditentukan oleh pengetahuan dan kesalehan semata, tetapi dibutuhkan pengakuan sambil menyadari akan keberdosaan, yang ada pada diri setiap orang. Kesadaraan tentang siapa kita di hadapan Tuhan setidaknya nampak dalam percakapan Yesus dengan Nikodemus. Demikianpun saat Yesaya dipanggil oleh Allah untuk menjadi utusan-Nya ke tengah-tengah umat Tuhan yang sedang mengalami berbagai krisis sosial-ekonomi-politis maupun iman Yesaya. Terlebih dahulu mendapat kesempatan untuk menyaksikan bahwa Allah memerintah dalam kekudusan dan yang bersemayam dalam takhta-Nya yang menjulang tinggi meliputi sorga sampai ke bumi (Yesaya 6:1). Artinya Yesaya mendapat sebuah perubahan hidup sebelum ia meneruskan tanggungjawabnya di tengah-tengah umat yang sedang mengalami krisis akibat keberdosaan mereka. Dengan demikian kita dapat merenungkan, bahwa untuk menjadi seorang percaya kepada Tuhan, sangat perlu menyadari akan keberdosaan kita. Hanya dengan cara seperti itu seseorang dapat mengalami anugerah dan pemurnian dari Allah dalam hidupnya, sehingga dapat mengangkat misi pelayanan.
-
Percaya kepada Yesus berarti siap mengikuti kehendak-Nya. Itulah salahsatu makna dari kelahiran kembali. Yesus telah mengaruniakan kasih-Nya untuk seluruh manusia dari cengkeraman dosa melalui salib. Kasih itulah yang hendak kita respons dalam segala kenyataan hidup yang dihadapi dalam ketaatan sebagai anak-anak terang, itu karena Kuasa Allah menuntun kita sehingga segala yang kita lakukan diperuntukkan bagi kemuliaan-Nya, sekaligus sebagai alat untuk memperkenalkan kehidupan anak-anak kerajaan Allah, yang dapat menuntun orang lain datang kepada Yesus. Paulus dalam uraiannya di Roma 8:13 mengajarkan agar orang percaya terus berjuang untuk memerangi segala yang akan membatasi karya Allah dalam hidup ini, yaitu mematikan perbuatan-perbuatan daging dan yang mau hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Hidup dalam Roh akan memampukan kita hidup dalam kesucian, bebas dari ketakutan, dapat berdoa kepada Tuhan dan menjadikan kita pewaris kerajaan Allah.
-
Tidak ada orang yang dapat melihat kerajaan Allah tanpa dilahirkan kembali. Melihat kerajaan Allah berarti beroleh hidup yang kekal, dan hal tersebut dapat dialami jika mengalami pembaruan oleh Roh Kudus, (dalam PIGT bab V butir 3). Roh Kudus yang akan memampukan seseorang untuk tahu, bahwa hanya Yesus yang dianugerahkan oleh Allah kepada dunia ini, yang telah mati menebus manusia dan seluruh ciptaan (PIGT Bab.V butir 1 dan 3) sehingga dengan kematian dan kebangkitan Kristus di dalam kuasa Roh Kudus kita telah diperkenan untuk menerima kuasa yang senantiasa membarui dan menyelamatkan.
Penutup:
-
Ajak pendengar untuk menyadari bahwa untuk dapat mengalami dan menerima kuasa yang membarui dan menyelamatkan maka sangat ditentukan oleh kesadaran akan siapa kita di hadapan Tuhan. Karena itu mari percaya dengan sungguh dan terus belajar tentang siapa Tuhan bagi kita. Ia berkuasa, Ia kudus sebab itu kuduslah kamu. Ia adalah Raja yang sejati. Karena itu hiduplah beribadah kepada-Nya dalam segenap hidup ini, agar Roh Kudus dapat memimpin hidup kita.
-
Ajak pendengar untuk dapat mengemban tugas sebagai utusan Tuhan di tengah-tengah dunia ini. Untuk setia memberitakan keselamatan dari Tuhan, jangan takut sebab kuasa dari atas akan menolong kita.
Diposting tanggal 24 May 2018
