Kamis, 17 Mei 2018 1 Korintus 15:42-49 KEBANGKITAN TUBUH
Kamis, 17 Mei 2018 1 Korintus 15:42-49
KEBANGKITAN TUBUH
Seusai pemakaman ibunya, Martha masih berduka. Beberapa hari kemudian, ia berjalan-jalan di kebun sekitar rumahnya. Sembari mencabut rumput, Martha memandangi beberapa buah tomat yang mulai masak dan tak lama lagi siap di panen. Martha tahu dengan persis bahwa suatu saat tanaman itu akan kering dan mati di musim dingin. Tapi ia pun tahu dengan pasti bahwa benih-benih tanaman itu akan bisa ditanam pada musim semi yang akan datang. Dalam kesadaran akan tanaman, Martha pun menyadari akan kehadiran Allah yang terus mengelilinginya. Damai sejahtera mengisi hati Martha, ketika menyadari bahwa ibunya meninggal di dalam Kristus dan sementara menunggu kebangkitan dalam Kristus. Martha pun kembali menjalani hidupnya dengan keyakinan bahwa bersama Tuhan, ia pun akan menikmati hidup yang kekal dalam Kristus.
Allah telah menciptakan siklus kehidupan dan memberikannya dalam setiap benih yang kecil. Demikian juga kita menerima janji hidup baru yang diberikan Allah. “Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan” (ayat 42). Kebangkitan tubuh adalah suatu ajaran yang penting dalam Alkitab. Hal itu menunjuk kepada tubuh yang dibangkitkan Allah dari kematian. Yesus Kristus akan datang kembali, dan orang-orang yang mati dalam Kristus akan dibangkitkan. Kita akan memiliki tubuh yang dimuliakan seperti tubuh Kristus (1 Yoh. 3:1-3).
Ingatlah bahwa kebangkitan itu bukan rekonstruksi. Tuhan tidak membentuk tubuh mula-mula yang telah kembali jadi debu. Seperti bunga dan buah yang muncul dari benih yang ditanam, tetapi berbeda dengan benih tersebut. Demikian juga tubuh yang dimuliakan berkaitan dengan tubuh yang “ditanam”, tetapi berbedah dari tubuh alamiah tersebut.
Diposting tanggal 15 May 2018
