Jumat 25 Mei 2018 Mazmur 29:1-11 KEBESARAN ALLAH DALAM BADAI
Jumat, 25 Mei 2018 Mazmur 29:1-11
KEBESARAN ALLAH DALAM BADAI
Akhir-akhir ini melalui media massa dan elektronik kita disodorkan berbagai kejadian dahsyat akan bencana alam di berbagai belahan bumi. Sangat menakutkan dan membuat manusia gemetar bahkan panik. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan oleh setiap negara untuk mengantisipasi dan menanganinya agar tidak berdampak makin besar bagi manusia.
Umumnya orang atau pakar sekalipun melihat kejadian tersebut sebagai sesuatu yang alami atau akibat ulah manusia yang mengeksploitasi alam secara tidak bertanggungjawab. Namun jika membaca Mazmur 29:1-11 diperoleh sudut pandang lain. Badai bagi pemazmur bukan kejadian alam yang alami semata, apalagi hanya akibat ulah manusia semata yang tidak bertanggungjawab dalam mengelolah alam. Tetapi fenomena tersebut juga bisa dilihat sebagai cara Allah menyatakan diri. Menyatakan kekuasaan dan kebesaran-Nya. Sekalipun bagi sebagian orang gemuruh topan badai merupakan fenomena alam semata namun bagi Daud gemuruh itu adalah suara TUHAN. Suara Tuhan itu ada di atas air yang besar, penuh semarak, mematahkan pohon aras libanon, membuat gunung gemetar, gunung menyemburkan api, padang gurun gemetar dan berbagai fenomena alam lainnya (ayat 3-10). Itulah sebabnya ia mengajak semua penghuni sorgawi dan tentu pula penghuni dunia ini menghormati Dia. Memberi kemuliaan dan sujud menyembah kepada-Nya saja (ayat 1-2).
Bagaimana dengan kita? Apakah berpandangan sama dengan pendapat orang?. Ataukah sama seperti Daud yang meyakini bahwa fenomena alam apapun termasuk badai yang dahsyat dipakai oleh TUHAN menyatakan keagungan dan kebesaran-Nya di seluruh muka bumi?. Oleh karena itu, kita patut menghormati Dia, Memberi kemuliaan dan menyembah kepada-Nya saja. Soli Deo Gloria. Amin
Diposting tanggal 24 May 2018
