WASPADALAH ! WASPADALAH !

Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya tetapi juga karena ada kesempatan. Oleh karena itu waspadalah! Waspadalah!” Itulah peringatan yang sering kali kita dengar disampaikan oleh Bang Napi. Peringatan ini bertujuan untuk memperingatkan setiap orang agar selalu berjaga–jaga agar tidak menjadi korban tindakan kejahatan. Intinya kita harus senantiasa waspada.
Hal inilah yang menjadi tema dari perikop kita hari ini. Yudas (penulis kitab ini) memperingatkan bahwa di tengah – tengah kita selaku orang - orang percaya ada orang fasik yang menyusup dan bertujuan untuk melemahkan iman kita. Mereka adalah orang–orang yang menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk melampiaskan hawa nafsu mereka dan menyangkal satu–satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus (Ayat 4)
Lalu mengapa orang–orang percaya perlu diperingati untuk senantiasa waspada ? Karena banyak orang Kristen yang mengaku sebagai pengikut Yesus Kristus tetapi sering kali menganggap sepele iman mereka. Mereka menganggap karena sudah dibaptis dan mengaku percaya maka otomatis mereka akan di selamatkan. Apakah betul demikian? Ternyata pengakuan iman yang sungguh hanyalah merupakan sebuah awal saja.
Mempertahankan iman agar bertumbuh adalah merupakan hal yang terus menerus kita lakukan dalam hidup kita selaku orang percaya. Kita harus senantiasa waspada, kalau lengah sedikit saja maka pastilah orang-orang fasik akan menggunakan kesempatan tersebut untuk memporak–porandakan iman kita. Mereka akan menggunakan berbagai cara untuk melaksanakan serangan–serangannya. Oleh karena itu, agar iman kita bertumbuh dengan subur dan kuat maka kita perlu menjaganya dengan sebaik–baiknya. Kita tidak boleh berdiam diri.
Meminjam peringatan Bang Napi, dapat kita katakan seperti ini ”Iman dapat menjadi lemah bukan hanya karena ada godaan iblis, tetapi juga karena diberikan kesempatan oleh karena itu waspadalah, waspadalah !!
Diposting tanggal 04 Aug 2016
