Selasa, 17 Desember 2019 Yehezkiel 47:1-12 KUASA KEHADIRAN ALLAH (Kuasa kama’diorenanna Puang Matua)
Selasa, 17 Desember 2019 Yehezkiel 47:1-12
KUASA KEHADIRAN ALLAH
(Kuasa kama’diorenanna Puang Matua)
Sebuah syair lagu: “s’perti rusa rindu sungaiMu , jiwaku rindu Engkau...” Air merupakan salah satu kebutuhan pokok makhluk hidup karena tanpa air semua akan layu, kering dan akhirnya mati.
Dalam suatu penglihatan, Yehezkiel melihat sebuah sungai pemberi hidup yang mengalir dari Bait Suci. Sementra mengalir, sungai ini makin dalam dan lebar dan memberi hidup serta kesuburan pada segala sesuatu yang tersentuh olehnya. Sungai ini mengalir ke laut mati dan menghilangkan unsur kematiannya (ay.8-9). Tujuan sungai ini ialah membawa hidup berkelimpahan dan kesembuhan dari Allah bagi negeri itu dan penduduknya (ay.12). Allah yang Maha Kudus tidak hanya memulihkan kehidupan religius-sosial umat-Nya tetapi juga mendatangkan penyembuhan bagi tanah perjanjian, tempat kediaman umat-Nya. Mujizat penyembuhan terjadi “kemana saja sungai itu mengalir (ay.9) bahkan tempat kematian (laut mati) berubah menjadi tempat kehidupan yang berkelimpahan (ay.10). Tepi sungai pun tak kalah berkelimpahan: pohon, buah, dan daun tersedia untuk makanan dan obat. Kunci dari semua mujizat ini adalah “air dari tempat kudusitu” (ay.12).
Tuhan Yesus pernah berseru: “Barangsiapa percaya kepada-Ku dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. Pertanyaan untuk direnungkan adalah apakah kehidupan kita sudah memancarkan aliran-aliran kehidupan? Atau Jangan sampai justru kita “mematikan” kehidupan disekitar kita. Imago dei (gambar Allah) manusia adalah gambar Allah yang mana kehadirannya harus terus meyaksikan kehadiran Allah (kata dan perbuatan). Amin
Diposting tanggal 11 Dec 2019
