Bahan Khotbah Minggu ke-11 Tanggal 15 Maret 2020 Prapaskah 3 dan Mengingat 107 Tahun IMT TUHAN MENJAMIN KEHIDUPAN Puang umpoissan katuoan
Bahan Khotbah Minggu ke-11 Tanggal 15 Maret 2020
Prapaskah 3 dan Mengingat 107 Tahun IMT
TUHAN MENJAMIN KEHIDUPAN
Puang umpoissan katuoan
| Bacaan Mazmur | : Mazmur 95:1-7 |
| Bacaan 1 | : Keluaran 17:1-7 (Bahan Utama) |
| Bacaan 2 | : Roma 5:1-11 |
| Bacaan 3 | : Yohanes 4:27-42 |
| Nas Persembahan | : Mazmur 50:23 |
| Petunjuk Hidup Baru | : Mazmur 119:133 |
Tujuan:
1. Jemaat memahami pentingnya kesabaran dan ketaatan dalam pengharapan.
2. Jemaat meyakini bahwa Tuhan satu-satunya sumber pertolongan dan kehidupan.
Pemahaman Teks
Mazmur 95:1-7 mengajak umat untuk memuliakan Allah dengan hormat yang harus ditunjukkan dalam ketaatan kepada-Nya. Dalam Mazmur ini Pemazmur kembali mengingatkan umat Allah atas apa yang terjadi di Meriba dan di Masa, yakni ketika umat Tuhan bertengkar dan menggugat Musa karena tidak ada air untuk diminum.
Keluaran 17:1-7 menceritakan keberadaan orang Israel yang bersungut-sungut dan bertengkar dengan Musa karena di Rafidim mereka tidak mendapat air. Mereka mempertanyakan keberadaan Tuhan, "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"(ay.7). Bangsa Israel telah kehilangan kesabaran dan akhirnya melampiaskan kemarahannya kepada Musa, bahkan mereka tanpa takut lagi untuk mencobai Tuhan dengan mempertanyakan keberadaan Tuhan.
Roma 5:1-11 berisi penyampaian Rasul Paulus secara tegas, bahwa orang yang telah dibenarkan karena Iman telah hidup dalam damai sejahtera Allah di dalam Yesus Kristus. Dan oleh anugerah keselamatan dalam Yesus Kristus kita bermegah dalam pengharapan.
Yohanes 4:27-42 mengisahkan percakapan Yesus dengan perempuan Samaria. Di Samaria terdapat pertentangan antara orang Yahudi dengan orang Samaria. Pertentangan itu sebagai akibat dari perbedaan prinsip khususnya dalam hal pemahaman Hukum Taurat. Orang Yahudi sangat menjunjung tinggi ketaatan kepada kekudusan Hukum Taurat yang dianggapnya sebagai milik pusaka khusus untuk mereka sebagai keturunan Yahudi murni. Di sisi lain orang Samaria dianggap bukan keturunan orang Yahudi murni (istilah orang Toraja to disese), karena nenek moyang mereka telah kawin mawin dengan orang non Yahudi. Mereka dipandang bukan keturunan Yahudi yang murni lagi, sehingga tidak layak mewarisi hukum Taurat. Di samping itu orang Yahudi menganggap praktek keagamaan orang Samaria tidak benar karena tidak seutuhnya melaksanakan seluruh Hukum Taurat dan tidak mengakui Yerusalem sebagai pusat Ibadah sebagaimana yang diputuskan Daud untuk membangun Bait Allah di Yerusalem (1 Taw.17:1-15). Bait Suci orang Samaria didirikan di dekat gunung Gerizim dan tempat itulah yang mereka sebut sebagai pusat peribadahan mereka. Bagi orang Samaria, pengakuan terhadap Taurat Musa hanya dijadikan sebagai rujukan menurut keyakinan mereka sendiri yang kemudian mereka sebut sebagai “Taurat Samaria”. Sementara kitab-kitab para Nabi dan kitab lain dalam kitab Ibrani tidak diakuinya sebagai kitab Suci. Yesus menawarkan air kepada perempuan Samaria, untuk menunjukkan bahwa Allah peduli kepada semua orang dengan memperkenalkan kepada mereka air yang memberi hidup. Yesus ingin mengubah paham mereka, bahwa air yang selama ini mereka ambil dari sumur peninggalan nenek moyang mereka (Yakub), sesungguhnya tidak dapat memberi jaminan kehidupan.
Korelasi: Allah menghendaki kesetiaan umat-Nya. Kesetiaan umat harus ditunjukkan dalam keyakinan Iman bahwa Allah adalah setia terhadap apa yang telah dijanjikan-Nya. Kesetiaan Allah ditunjukkan kepada siapa saja yang percaya terhadap janji-Nya. Ia akan menolong setiap orang dalam pergumulannya.
Pokok-pokok yang dapat dikembangkan dalam khotbah
- Kekhawatiran dan sungut-sungut sering terjadi karena kita hanya melihat kondisi yang sedang dialami tanpa melihat secara menyeluruh perbuatan Allah dalam kehidupan kita. Akibatnya kita mengambil kesimpulan sendiri tentang sebab akibat dari apa yang sedang dialami, misalnya dengan menyalahkan diri sendiri, orang lain atau menyalahkan pemimpin. Hal ini yang terjadi bagi umat Israel dalam menanggapi karya keselamatan Allah. Mereka menanggapi perbuatan Allah bukan dari sisi iman, tetapi berdasar pada keinginan dan kebutuhan mereka untuk segera terpenuhi. Mereka mempertanyakan apakah Allah ada dan memperhatikan kebutuhannya dan hal itu disampaikan dengan bersungut-sungut. Permohonan kita bukan pertama-tama agar iman dikuatkan menghadapi pergumulan hidup, tetapi lebih pada permohonan untuk kepenuhan kebutuhan jasmani.
- Kebutuhan air memang menjadi masalah, karena merupakan kebutuhan pokok sehingga permintaan bangsa Israel untuk kebutuhan itu adalah wajar. Persoalannya adalah cara mereka menilai Allah. Mereka melampiaskan sungut-sungut dan kemarahannya kepada Musa, bahkan menuduhnya sengaja membawa mereka dari Mesir untuk membunuh mereka. Sangat terkesan bahwa mereka sangat radikal memaksa Musa untuk segera menanggulangi kebutuhan mereka. Musa dalam keadaan terdesak berseru kepada Tuhan dengan harapan Tuhan akan menolong untuk menyelesaikan persoalan yang sedang dialami oleh bangsa yang sedang dipimpinnya. Sebenarnya yang harus dilakukan mereka adalah berdoa bersama Musa dan membantu untuk menyelesaikan persoalan secara bersama, bukan justru melakukan demonstrasi dan seakan menanggungkan persoalan kepada pemimpin (Musa) dan apalagi mencobai Tuhan.
- Kebutuhan air menjadi inti percakapan Yesus dengan perempuan Samaria. Air hidup yang ditawarkan Yesus kepada perempuan Samaria adalah gambaran kebutuhan khas dari tanah gersang seperti Palestina. Gambaran “air hidup” yang digunakan Yesus untuk melambangkan pemberian hidup yang kekal. Bertentangan dengan gaya hidup modern yang menekankan kenikmatan pribadi dan tidak akan pernah memuaskan.
- Jangan pernah meragukan penyertaan Allah. Kegelisahan, kekuatiran, demonstrasi, saling mempersalahkan dan sebagainya, tidak akan menolong membebaskan dari pergumulan. Tuhan yang merancang dan melakukan pembebaskan umat Israel dari Mesir, menuntunnya dalam perjalanan menuju tanah perjanjian, sehingga tidak mungkin umat itu akan dibiarkan. Yang dibutuhkan adalah keyakinan akan tindakan Allah dan kesabaran menanti tindakan itu.
Diposting tanggal 12 Mar 2020
