Bahan Khotbah Hari Minggu ke-28 Tanggal 15 Juli 2018 KEKUATAN TUHAN DAN KETAATAN MANUSIA (Kamatotoran-Na Puang Matua Na Kamengkaolanna Tolino)
Bahan Khotbah Hari Minggu ke-28 Tanggal 15 Juli 2018
KEKUATAN TUHAN DAN KETAATAN MANUSIA
(Kamatotoran-Na Puang Matua Na Kamengkaolanna Tolino)
| Bacaan Mazmur | : Mazmur 24:1-10 |
| Bacaan 1 | : 2 Samuel 6:1-5, 12-19 (Bahan Utama) |
| Bacaan 2 | : Efesus 1:3-14 |
| Bacaan 3 | : Markus 6:14-29 |
| Nas Persembahan | : 2 Samuel 6:18 |
| Petunjuk Hidup Baru | : Efesus 1:13-14 |
Tujuan:
- Jemaat memahami bahwa Tuhan adalah Allah yang Mahakuasa
- Jemaat tetap hidup dalam kesetiaan kepada Tuhan
Pemahaman Teks
Penulisan kitab 2 Samuel ini diperkirakan sekitar akhir tahun 960 sebelum masehi. Pada mulanya, kitab 1 dan 2 Samuel merupakan satu kitab tetapi lalu kemudian penerjemah memisahkannya menjadi 2 kitab. Banyak ahli yang memperkirakan, bahwa penulis kitab 2 Samuel ini bukanlah Semuel karena Samuel sudah meninggal sebelum kitab 2 Samuel ini ditulis, (1 Samuel). Kemungkinan besar penulisnya adalah Natan dan Gad (lihat 1 Tawarikh 29:29).
Kitab 2 Samuel dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni Kemenangan Daud (pasal 1-10) dan permasalahan Daud (pasal 11-20). Bagian akhir kitab ini (pasal 21-24) adalah lampiran yang tidak berurutan yang mengulas mengenai pemerintahan Daud.
Bacaan kali ini berbicara mengenai kemenangan Daud (Pasal 6). Daud mengumpulkan orang pilihan sebanyak tiga puluh ribu orang untuk mengangkut tabut Allah dari Baale-Yehuda. Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru dari rumah Abinadab. Lalu Uza dan Ahyo, anak-anak Abinadab, mengantarkan kereta itu. (ayat 1-2).
Ayat 4-5 Uza berjalan di samping tabut Allah, sedang Ahyo berjalan di depannya, sementara Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap. Ayat 12-15 “…Tuhan memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. Apabila pengangkat-pengangkat tabut Tuhan itu melangkah maju 6 langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan. Daud sendiri menari-nari di hadapan Tuhan dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan, dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala.
Ayat 17-19 menjelaskan, bahwa ketika tiba di kota Daud, tabut TUHAN itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu. Kemudian Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan Tuhan dan diberkatinyalah bangsa itu demi nama Tuhan semesta alam. Lalu seluruh bangsa itu dibagikan seketul roti bundar, sekerat daging, dan sepotong kue kismis. Mereka bersukacita dan selanjutnya masing-masing pulang ke rumahnya.
Pokok-Pokok yang dapat dikembangkan
-
Korelasi antara keempat pembacaan adalah tentang ketaatan manusia kepada Tuhan (Mazmur 24, 2 Samuel 6:1-19, Efesus 1:3-14, Markus 6:14-29). Raja herodes memang kagum pada Yohanes Pembaptis, namun ia tetap tak kuasa menolak permintaan putrinya.
-
Mazmur 24 Menunjukkan bahwa tabut Tuhan dibawa dalam arak-arakan, dan mazmur ini dipakai sebagai bagian dari liturginya. Arak-arakan itu mengingatkan Israel tentang siapakah Allah, dan bagaimana semestinya kita manusia di hadapan-Nya, bahwa segala sesuatu adalah milik Tuhan. Ayat 1 merujuk pada seluruh bumi dan benda-benda yang ada di dalamnya. Penerimaan mereka dilambangkan oleh pintu-pintu gerbang Bait Allah (atau Kemah Suci) yang dibuka untuk menyambut tabut Tuhan itu. Mereka mengaku Tuhan sebagai Raja. Sebagai Raja, Dia mampu membela dan melindungi umat-Nya. Dia adalah Raja, tidak hanya atas Israel, tetapi juga atas semesta alam. Tidak ada kuasa atau penguasa yang lain yang layak disambut seperti Dia. Bandingkan dengan kejadian yang mengerikan di dalam 2 Samuel 6:7. Sebenarnya, Uza bermaksud baik karena lembu-lembu tergelincir tetapi Allah membunuh Uza di sana. Kejadian ini mengajarkan kepada kita bahwa betapa Tabut Allah sangat kudus dan tidak ada seorangpun yang boleh menyentuhnya selain suku Imam (suku Lewi) bnd. Bil. 10:33; Ul. 10:8-9). Sikap Uza yang tampak ingin menyelamatkan Tabut Tuhan. Tak perlu dilakukan sebaab Allah adalah Maha Kuasa dan tak perlu dibelah oleh manusia.
-
Efesus 1:3-14 menunjukkan berkat rohani yang telah, sedang dan masih akan kita nikmati sebagai orang yang menjadi bagian dari rencana Allah untuk mempersatukan dan diselamatkan oleh Yesus Kristus sebagai kepala Gereja. Keselamatan adalah anugerah yang telah dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk membebaskan manusia dari dosa, penderitaan, kematian dan kuasa kejahatan. Semuanya ini dimaksudkan oleh Allah agar manusia hidup sesuai dengan keinginan-Nya. Karya keselamatan itu disadari oleh Daud dalam 2 Samuel 6, sehingga Daud berusaha semampunya untuk memindahkan Tabut Allah ke Yerusalem. Dalam konteks Efesus ini. Ditegaskan, bahwa Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan dan telah menentukan kita dari semula. Ketika Kristus memilih kita menjadi anggota keluarga Allah, itu adalah rencana Allah sejak dari semula, karena itu dituntut ketaatan dari kita untuk memelihara pemilihan Allah itu.
-
Markus 6:14-29 Berbeda dengan Daud yang taat pada perintah Tuhan, Raja Herodes justru lebih memilih memenuhi permintaan putrinya yakni dengan memenggal kepala Yohanes Pembaptis. Dalam hal ini Herodes tampak lebih taat pada manusia ketimbang taat pada Tuhan.
Aplikasi
Belajar dari sikap Daud yang marah kepada Tuhan pada saat Uza mati, menjadi sebuah perenungan bahwa, kadang kadang ketaatan kita hanya mau menerima hal-hal yang baik menurut keinginan kita. Jika ada sesuatu yang terjadi berbeda dengan kemauan rasa kita, kita malah balik mempersalahkan Tuhan. Di sini muncul keakuan kita. Kita menempatkan kehendak kita di atas kehendak Tuhan. Ketaatan kita diukur dari kepuasan rasa kita. Kalau saya puas dengan pelayanan dari Tuhan, saya taat; tetapi kalau saya tidak senang maka saya tidak taat.
Diposting tanggal 08 Jul 2018
