Berita Tentang Kristus Paling Penting (Kisah Para Rasul 5:26-33)

Penggalian Teks

Kis 3–5 memberi gambaran tentang kehidupan jemaat di Yerusalem setelah keturunan Roh Kudus. Selain persekutuan mereka, unsur yang menonjol ialah keberanian Petrus dan rasul-rasul memberitakan Kristus, disertai mukjizat. Kali pertama mereka dibawa ke hadapan Mahkama Agama, mereka dilarang memberitakan Kristus (4:18), tetapi mereka langsung menyatakan niat mereka untuk taat kepada Allah (4:19) dan bersaksi tentang Yesus (4:20). Itulah yang mereka lakukan (5:12–16). Oleh karena itu, mereka dipenjara lagi (5:18), tetapi diselamatkan oleh malaikat pada malam (5:19) dan besoknya pagi-pagi kembali ke Bait Allah untuk memberitakan Kristus (5:21a). Makanya, ketika mereka mau dibawa ke hadapan Mahkama Agung, mereka harus diambil dari Bait Allah itu (26). Sama seperti ketika Yesus di Bait Allah, orang banyak tidak memihak pimpinan Yahudi, sehingga mereka harus hati-hati.

Keluhan Imam Besar termasuk bahwa pimpinan Yahudi dipersalahkan karena kematian Yesus (28). Petrus mengulang bahwa rasul-rasul harus taat kepada Allah daripada manusia (29), mengulang tuduhan itu (30b), dan memberitakan Injil (30–32). Berita Injil itu mulai dengan penyataan Allah kepada nenek moyang mereka. Kemudian ada kematian yang tidak adil, yang ditanggapi Allah dengan meninggikan Yesus untuk menerima gelar yang sering dipakai pemimpin Romawi, yaitu Pemimpin dan Juruselamat. Istilah “tangan kanan-Nya” menunjukkan bahwa ini adalah karya besar Allah. Karya itu bertujuan supaya ada pertobatan dan pengampunan bagi Israel. Kemudian, lewat Roh Kudus Allah mengutus rasul-rasul untuk menjadi saksi-saksi akan karya itu.

Karya Allah itu yang membuat para rasul harus memberitakan Injil sebagai saksi (29b, 32). Sebaliknya, para anggota Mahkama Agama tidak mau menerima penjelasan Petrus tentang rencana Allah, dan tidak mampu mendengar kabar baik bahwa pengampunan ditawarkan kepada mereka. Mereka hanya mendengar tuduhan Petrus. Cara yang bisa mereka pikirkan untuk menghapus kesalahan mereka adalah dengan membunuh rasul-rasul yang membawa pesan tentang kesalahan itu. Setelah perikop kita, Allah melindungi rasul-rasul dengan nasihat bijak Gamaliel (5:34 dst), dan juga melindungi Mahkama Agama dari mengulang kesalahan mereka terhadap Yesus.

Tentang Apa dan Untuk Apa?

Berita tentang Kristus lebih penting daripada kepentingan agama.

Makna

Bahawa para rasul diutus untuk menjadi saksi akan kebangkitan Yesus dengan kuasa Roh Kudus disampaikan dalam Yoh 20:21–23. Dasar kesetiaan mereka adalah Yesus, yang menjadi Saksi yang setia (Why 1:5).

Konsep kebebasan beragama di Eropa muncul ketika bentuk ketaatan kepada Allah tidak lagi disepakati bersama, sehingga ada Katolik dan beberapa warna Protestan saling menyerang berdasarkan pemahaman masing-masing. Bahkan, berkembangnya individualisme berarti bahwa hati nurani bisa berbeda per orang, daripada pola lebih kolektif di mana suatu bentuk beragama dipegang bersama. Karena negara tidak bisa tahu mana yang sebenarnya dikehendaki Allah, nasihat Gamaliel dijadikan prinsip toleransi. Hal itu cocok dari sudut pandang negara.

Namun, toleransi beragama bukan maksud Petrus, yang notabene adalah rasul, bukan pejabat agama atau negara. Prinsip Petrus adalah taat kepada Allah. Allah sudah berkarya di dalam Kristus, makanya Kristus harus diberitakan. Kristus diberitakan bukan hanya kepada orang-orang Yahudi, tetapi juga kepada orang-orang non-Yahudi, termasuk pejabat-pejabat kekaisaran seperti Felix dan Festus (pp. 24–25). Sekarang, kita bukan saksi mata, dan tidak semua orang percaya dipanggil untuk memberitakan Injil di depan umum. Namun, Allah sudah berkarya di dalam Kristus, dan karya itu harus diberitakan.

Pemberitaan itu bisa saja mengganggu kepentingan, termasuk kepentingan pemuka agama. Berbeda dengan kesaksian Paulus kepada pejabat Romawi, Petrus di sini berbicara kepada lembaga yang mengaku mengabdi kepada Allah. Mereka sudah kecolongan membunuh Mesias Allah tetapi menolak untuk mengaku kesalahan itu. Jadi, di dalam pemberitaan Injil, Petrus juga harus membongkar kemunafikan mereka. Bahwa mereka sangat marah adalah risikonya membongkar kebenaran. Hal yang mirip terjadi ketika para Reformator mau memperjelas Injil dan membongkar korupsi yang merajalela di Gereja pada zaman itu, juga ketika gerakan Methodis yang dimulai sebagai gerakan pembaruan di dalam Gereja Anglikan di Inggris diusir dari gereja itu. Orang-orang yang mengutamakan Kristus di atas segalanya sering dikecam sebagai pengacau oleh denominasi. Tetapi, berita tentang Kristus itu lebih penting daripada kenyamanan pimpinan gereja.


Diposting tanggal 09 Apr 2016

Daftar Artikel

Tuhan mendatangkan malapetaka terhadap umat-Nya karena mereka tidak lagi hidup seturut dengan kehend.....

Selengkapnya ..

Natuntu’ Puang Matua to to Israel belanna umpogau’mo apa tangsipato’ napogau&rsquo.....

Selengkapnya ..

Keadaan tertekan oleh ancaman bahaya maut menimpa Daud dalam pelariaannya terhadap kebengisan raja S.....

Selengkapnya ..

Firman Tuhan yang kita baca hari ini mengungkapkan hal yang sama. Musa bertanya mengantisipasi apa y.....

Selengkapnya ..

Setelah Musa berjumpa dengan Tuhan, ia diutus untuk tugas yang berat yakni membawa bangsa Israel kel.....

Selengkapnya ..

Bagaimana jika hendak berjumpa dengan Allah? Musa ketika ingin mendekat kepada Allah dalam sebuah pe.....

Selengkapnya ..

Matius 13:1-9, 18-23 berisi pengajaran tentang Kerajaan Allah yang disampaikan dalam bentuk perumpam.....

Selengkapnya ..

Bacaan hari ini mengisahkan seorang yang bernama Lea, istri Yakub yang menghadapi masalah dan telah .....

Selengkapnya ..

Orang Yahudi memiliki banyak kelebihan karena kepada mereka dipercayakan firman Allah (ay.2). Kelebi.....

Selengkapnya ..

Lan te pa’basanta dinai umpokadai tu torro tolino lan a’gan kamakarrasanna kumua sitonga.....

Selengkapnya ..

Sama halnya dengan harapan seseorang yang sungguh-sungguh berkeinginan untuk semakin mengenal Tuhan......

Selengkapnya ..

Begitu juga dengan apa yang dilakukan oleh Yesus pada saat Ia masih berada dalam dunia. Ketika Ia me.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...