Jangan Takut (Yesaya 7:1-9)

Ketakutan adalah bagian dari hidup manusia sejak awal dunia diciptakan. Sidow Baxter : "Setelah manusia jatuh kedalam dosa, segera timbul perasaan aneh yakni pertentangan dalam hatinya. Lalu segera muncul pula kesadaran (kemudian disebut Hati Nurani) yang memunculkan rasa bersalah. Karena itu seharusnya memang kalau kita berdosa dan bersalah harus takut. Kita takut karena tidak mampu berkompetisi, takut karena kurang yakin dan tidak percaya diri, takut karena sering tidak jujur dan lain sebagainya.
Firman Tuhan berbicara tentang suasana yang dialami oleh Kaum Yehuda yaitu ancaman serangan dari tiga serangkai yang sedang merancang kejahatan untuk menyerangnya. Dalam kondisi seperti itu Nabi Yesaya tampil untuk menyampaikan Firman dari Allah yang hidup, tampil untuk menguatkan agar jangan takut menghadapi dua puntung kayu api yang berasap (Aram dan Efraim dengan anak Remalya), sebab mereka telah merancang yang jahat atasmu, dengan berkata : "Marilah kita maju menyerang Yehuda dan menakut-nakutinya serta merebutnya, kemudian mengangkat anak Tabeel sebagai raja ditengah-tengahnya.
Oleh karena itu, janganlah takut ! Didalam dan melalui Tuhan Yesus ketakutan telah dikalahkan sehingga kita yang percaya kepadaNya harus yakin bahwa kita pasti menang dalam menghadapi pertarungan dan percaturan dunia ini. Karena itu barang siapa yang berharap kepadaNya tidak akan dikecewakan. Sebab dengan percaya pada Yesus berarti kita hidup berkemanangan.
Diposting tanggal 01 Oct 2016
