Hidup Yang Berkenan
Dalam usia yang masih sangat muda Yoas menjadi raja. Ia berusia 7 tahun saat itu. Dan selama 40 tahun Allah memberi kesempatan kepadanya untuk memerintah. Dalam sejarah hidup Yoas, ada 2 perempuan yang menarik perhatian. Atalya, ibu yang mencoba membunuhnya dan Yoseba, perempuan yang menyelamatkannya. Dua (2) orang perempuan ini bertolak belakang dalam sejarah hidup Yoas.
Yoas hidup berkenan kepada Allah dengan melakukan tugasnya sebagai Raja yang berusaha mensejahterakan rakyat yang dipimpinnya. Ia melihat bahwa kesejahteraan umatnya tidak hanya ditentukan oleh meningkatnya ekonomi rakyat tetapi juga oleh kehidupan keagamaan mereka. Karena itu Ia tidak hanya bertindak mengatur pemerintahan tetapi juga berupaya membangun kehidupan peribadahan yang benar kepada Tuhan.
Ia bermaksud untuk membarui rumah Tuhan. Ia mengumpulkan para imam dan orang Lewi dan meminta mereka melaksanakan rencana itu. Kenapa harus para imam dan orang Lewi? Karena memang merekalah yang berhubungan langsung dengan kehidupan keagamaan dan peribadahan umat. Mereka tahu hal itu.
Ada satu kesulitan yang dihadapi oleh para Imam dan orang Lewi dalam memulai tugas mereka. Ternyata pajak yang dikumpulkan dari jemaat untuk rumah Tuhan sudah habis dipakai oleh kelompok Atalya, wanita penyembah Baal. Alat-alat yang digunakan dalam rumah Tuhan juga sudah dirusak dan sebagian lagi diambil oleh Atalya untuk penyembahan kepada dewa Baal.
Timbul pertanyaan, mengapa bisa terjadi di rumah Tuhan hal seperti itu? Tidak bisakah para Imam dan orang Lewi mencegah Atalya merusak perabot rumah Tuhan? siapa sebenarnya Atalya itu? Ternyata Atalya adalah ibunda raja Ahazia. Atalya yang mempengaruhi raja Ahazia sehingga melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Ketika Raja Ahazia meninggal, Atalya mencoba membunuh semua keturunan Raja di Yehuda. Akhirnya ia menjadi Ratu selama 6 tahun. Selama menjadi Ratu, ia merusak rumah Tuhan dan kehidupan peribadahan umat Israel jadi kacau. Pada saat yang bersamaan ternyata ada seorang anak raja Ahazia yang diselamatkan dari upaya pembunuhan itu oleh seorang perempuan yang bernama Yoseba, istri iman Yoyada, yang juga saudara Ahazia. Anak yang diselamatkan itu adalah Yoas, yang sekarang memerintah sebagai Raja.
Itulah sebabnya mengapa para imam dan orang Lewi agak repot memulai tugas mereka. Tetapi ternyata Raja Yoas yang punya kepedulian pada kehidupan keagamaan umatnya tidak habis akal. Ia meminta dukungan rakyatnya untuk terlibat langsung dalam pembangunan Rumah Tuhan itu. Semua rakyat harus terlibat dalam pembangunan rumah Tuhan ini.
Yoas adalah seorang pemimpin yang takut pada Tuhan. Rasa hormatnya pada Tuhan ditunjukkannya lewat ketekunan dan keseriusannya meningkatkan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya. Dan keseriusan itu disambut baik oleh rakyat dengan sukarela mereka membayar pajak untuk pembangunan rumah Tuhan. Bukan hanya rakyat tetapi juga para pemimpin yang berada di bawah pemerintahan Yoas dengan sepenuh hati mendukung program Raja. Mereka membangun kembali rumah Allah menurut keadaannya semula dan mengokohkannya.
Diposting tanggal 28 Mar 2016
