Bahan Khotbah Minggu Ke-46 Tanggal 15 November 2020 TUHAN MENDENGAR DAN BERTINDAK Puang Umperangi Sia Umpogau’i
Bahan Khotbah Minggu Ke-46 Tanggal 15 November 2020
TUHAN MENDENGAR DAN BERTINDAK
Puang Umperangi Sia Umpogau’i
| Bacaan Mazmur | : Mazmur 123:1-4 |
| Bacaan 1 | : Hakim-hakim 4:1-10 (Bahan Utama) |
| Bacaan 2 | : 1 Tesalonika 5:1-11 |
| Bacaan 3 | : Matius 25:14-30 |
| Nas Persembahan | : Matius 25:29 |
| Petunjuk Hidup Baru | : 1 Tesalonika 5:8-10 |
Tujuan:
- Jemaat memahami bahwa Allah pasti mendengar dan merespons pergumulan.
- Jemaat setia menantikan dengan pengharapan teguh tindakan Allah dalam pergumulan hidup yang dialami.
Pemahaman Teks
Mazmur 123:1-4 ini termasuk kelompok nyanyian ziarah atau biasa juga disebut nyanyian-nyanyian Zion yang digunakan oleh para peziarah sepanjang perjalanan mereka ke Yerusalem untuk merayakan Paskah, Pentakosta atau Perayaan Pondok Daun setiap tahun. Kerapkali pula disebutkan sebagai doa-doa umat dalam ibadah hari raya. Secara khusus teks ini berkisah tentang pengharapan yang sungguh kepada Allah dari umat yang sedang berada dalam himpitan, dicemooh dan dibenci. Bagi mereka tidak ada tempat lain untuk berharap selain kepada Allah saja untuk mengakhiri semua itu dan dengan kerendahan hati mereka menantikan tindakan Allah.
Hakim-hakim 4:1-10 Sebelum Israel dipimpin oleh seorang raja, maka ketika mereka masuk dan berdiam di tanah Kanaan, Allah memilih dan menetapkan pribadi-pribadi tertentu untuk tampil sebagai Hakim yang merupakan pemimpin Israel. Masa hakim-hakim adalah masa-masa yang sukar dan penuh kekerasan dimana setiap kali pergantian hakim diwarnai dengan perang dengan musuh-musuh Israel dan juga ketidaksetiaan Israel kepada Allah. Para hakim diangkat oleh Allah untuk mengadili perkara umat dan sekaligus menjadi pemimpin perang bagi Israel yang belum sepenuhnya menaklukkan Kanaan. Salah satu hakim itu ialah Debora, seorang nabiah. Sebagai nabiah, ia menjadi tempat bertanya umat tentang perintah-perintah Allah, dan sebagai hakim ia memimpin perang dan menyelesaikan persoalan hukum, serta keadilan di tengah-tengah kehidupan umat Israel. Kehadiran sosok hakim, seperti Debora adalah wujud dari tindakan Allah yang prihatin atas kesengsaraan umatNya dan juga wujud dari kesediaan Allah mendengarkan seruan, doa dan permohonan umatNya dalam kesukaran hidup (secara khusus intimidasi/tekanan dari Yabin,raja Kanaan). Terdapat dua hal yang menarik dari kisah Barak dan Debora yang memimpin Israel mengalahkan Sisera, panglima Kanaan. Pertama, ialah mereka hanya bertindak berdasarkan sabda Allah. Sedangkan yang kedua, kerja sama Debora dan Barak memperlihatkan arti penting kebersamaan dan kemitraan dalam menghadapi pergumulan.
1 Tesalonika 5:1-11 Salah satu yang menonjol dari isi surat Paulus kepada jemaat Tesalonika ialah soal kedatangan Kristus untuk membebaskan umatNya dari murka Allah di atas bumi. Hari Tuhan yang berarti kedatangan Kristus kembali adalah saat yang mesti dinantikan dengan tekun, setia dan dalam sikap hidup sebagai anak-anak terang yang berbaju-zirahkan iman dan kasih, berketopongkan pengharapan keselamatan. Pengharapan akan kedatangan Kristus menjadi penghiburan besar bagi orang percaya untuk kemudian menikmati hidup dalam persekutuan kekal dengan Kristus. Sikap berjaga-jaga dalam iman menjadi penting, karena tidak seorangpun tahu waktu mana Yesus datang. KedatanganNya kembali ibarat kedatangan seorang pencuri yang tidak pernah diketahui waktu kedatangannya.
Matius 25:14-30 bagian dari pengajaran Yesus tentang Kerajaan Sorga, ketika Ia berada di bukit Zaitun bersama dengan murid-muridNya. Perumpaan tentang talenta menggambarkan tentang arti pentingnya kesetiaan dalam menantikan kedatangan Tuhan. Kesetiaan dalam melayani dan mengembangkan potensi yang dipercayakan Tuhan apalagi dalam tekanan , dan apa yang kita lakukan selama waktu yang diberikan Tuhan menentukan bagaimana kita ketika Tuhan datang kembali untuk menghakimi, meminta pertanggungjawaban dari tiap-tiap orang. Apa yang akan diterima oleh orang percaya dalam Kerajaan Allah tergantung apa yang mereka miliki saat ini ( iman, harap dan kasih).
Korelasi: keseluruhan teks di atas memperlihatkan sebuah benang merah gagasan yang menghubungkan semuanya, yakni pengharapan akan kedatangan dan tindakan Allah mesti dibarengi dengan ketekunan, kesetiaan dalam seruan, pengharapan dan tindakan yang sungguh-sungguh mengandalkan Allah dan firman-Nya dalam berbagai situasi.
Garis besar Khotbah
Berangkat dari semua bacaan, dengan memperhatikan tema, tujuan dan benang merah yang menghubungkan semuanya, maka ada 3 pokok pengajaran yang dapat dikemukakan :
- Realitas: keraguan, sikap pesimis, kurang percaya diri akan menjadi bagian nyata dalam diri seseorang ketika ia berada pada posisi sulit, dalam tekanan atau dalam bayang-bayang kebesaran orang lain (bd konteks semua bacaan). Dibutuhkan dorongan dan motivasi yang kuat bahwa setiap orang sesungguhnya punya kemampuan atau alasan untuk bertahan menghadapi kondisi itu. Motivasi itu dapat dimiliki dari seseorang seperti Debora atau karena keyakinan iman kepada Allah.
- Pengharapan: dalam himpitan hidup, Allah tetap peduli dengan pergumulan yang sedang dihadapi umatNya dan mendengar setiap doa dan keluh kesah yang disampaikan kepadaNya. Dengan firmanNya dan dengan perbuatanNya yang nyata, Ia selalu ingin memastikan umatNya tidak putus asa bahkan dapat tampil sebagai pemenang.
- Respons: hidup kita kerap berhadapan dengan berbagai kesukaran dan hanya Allah dengan caranya dapat memberi kemenangan bagi umat-Nya. Karena itu yang harus dilakukan ialah: tetap percaya padaNya, berseru dan berdoa pada-Nya, serta menantikan dengan tekun setia penggenapan janji-Nya yang akan bertindak dan memastikan kita tetap berjalan pada masa depan yang disediakan-Nya.
Diposting tanggal 09 Nov 2020
